Dari fenomena problematik yang diuraikan di dalam Latar Belakang Masalah perlu dirumuskan lebih spesifik, sehingga lebih jelas dan lebih terlokalisir. Rumusan Masalah ini diperlukan untuk menuntun peneliti pada tahap-tahap selanjutnya.

Ada beberapa kaidah dasar dalam perumusan masalah penelitian. Rumusan masalah dinyatakan menggunakan kalimat tanya mengenai hubungan antara dua variabel penelitian. Rumusan dalam kalimat tanya sangat dianjurkan karena akan lebih menonjolkan masalah, sehingga bersifat lebih khas dan tajam. Bersifat khas, artinya rumusan masalah penelitian tidak bermakna ganda. Jika terdapat banyak pertanyaan penelitian, maka harus dirumuskan secara terpisah.
Contoh:
Apakah terdapat hubungan antara tingkat pendidikan ibu dengan tingkat keberhasilan program pemberian ASI Eksklusif pada wanita perkotaan?