Pengikut

Selamat Datang di Web Log "Menulis Proposal Penelitian" Untuk bergabung dan memperoleh up-date posting silakan klik Join This site. Jika ada posting yang berguna, silakan copy dengan menyebutkan sumber. Jika ada pertanyaan, silakan isikan komentar pada kolom dibawah posting. Terimakasih

Penyusunan Kerangka Teori Penelitian

Kamis, Agustus 27, 2009



Kerangka Kerja Teoritis

Kerangka kerja teoritis merupakan dasar dari keseluruhan proyek penelitian. Di dalamnya dikembangkan, diuraikan dan dielaborasi hubungan-hubungan di antara variabel-variabel yang telah diidentifikasi melalui proses pengumpulan data awal, baik wawancara atau observasi, dan juga studi literatur dalam kajian pustaka. Menurut Uma Sekaran (1984), yang dimaksud dengan “kerangka kerja teoritis adalah model konseptual yang menggambarkan hubungan di antara berbagai macam faktor yang telah diidentifikasikan sebagai sesuatu hal yang penting bagi suatu masalah.“[1]. Dengan kata lain, kerangka kerja teoritis membahas keterhubungan antar variabel yang dianggap terintegrasikan dalam dinamika situasi yang akan diteliti. Melalui pengembangan kerangka kerja konseptual, memungkinkan kita untuk menguji beberapa hubungan antar variabel, sehingga kita dapat mempunyai pemahaman yang komprehensif atas masalah yang sedang kita teliti.

Kerangka kerja teoritis yang baik, mengidentifikasikan dan menyebutkan variabel-variabel penting yang terkait dengan masalah penelitian. Secara logis menguraikan keterhubungan di antara variabel tersebut. Hubungan antara variabel independen dengan dependen, dan kalau ada, variabel moderator dan juga intervening akan dimunculkan. Hubungan tersebut tidak hanya digambarkan, melainkan juga diterangkan secara rinci. Seringkali, kerangka kerja teoritis dikenal dengan model, karena model juga merupakan representasi dari hubungan antara konsep-konsep.
    
Ada komponen dasar yang seharusnya ditampakkan dalam kerangka kerja teoritis.
1.      Variabel-variabel yang dianggap relevan untuk diteliti harus diidentifikasi secara jelas dan diberi label.
2.      Penjelasan tentang bagaimana hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya.
3.      Penjelasan sifat  hubungan antar variable tersebut, positif atau negatif.
4.      Penyertaan diagram sebagai visualisasi, agar pembaca lebih mempunyai gambaran.

Setelah masalah penelitian berhasil dirumuskan dengan baik maka langkah berikutnya adalah mengajukan hipotesis yang didasarkan dari kajian mendalam teori-teori yang relevan dengan variabel-variabel penelitian. Agar sebuah kerangka teoretis meyakinkan maka argumentasi yang disusun dalam teori-teori yang dipergunakan dalam membangun kerangka berpikir harus merupakan pilihan dari sejumlah teori yang dikuasai secara lengkap dengan mencakup perkembangan terbaru.

Disamping itu, kerangka teori juga dapat dilakukan melalui pengkajian hasil-hasil penelitian yang relevan yang telah dilakukan peneliti lainnya. Hasil penelitian orang lain yang relevan dijadikan titik tolak penelitian kita dalam mencoba melakukan pengulangan, revisi, modifikasi, dan sebagainya. Berdasarkan kajian teoretis dan hasil-hasil penelitian yang relevan, maka tahap berikutnya peneliti menyusun kerangka berpikir yang mengarahkan perumusan hipotesis.

Dengan demikian produk akhir dari proses pengkajian kerangka teoretis adalah perumusan hipotesis. Secara ringkas, langkah penyusunan kerangka teoretis dan pengajuan hipotesis dapat dibagi ke dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
  • Pengkajian mengenai teori-teori ilmiah yang akan dipergunakan dalam analisis.
  • Pembasan mengenai penelitian-penelitian lain yang relevan.
  • Penyusunan kerangka berpikir dengan mempergunakan premis-premis sebagaimana yang terkandung dalam teori dan hasil penelitian tersebut dengan menyatakan secara tersurat pernyataan, postulat, asumsi, dan prinsip yang dipergunakan.
  • Perumusan hipotesis.



[1] Uma Seakaran, Research Methods for Business, A Skill Building Approach, Second Edition, 1984 – terjemahan penulis


Jika ada saran-saran silakan berikan komentar di akhir posting ini, atau jika ingin berdiskusi bisa kunjungi saya di Forum Membangun Kinerja Staff.


Jika artikel ini bermanfaat, silakan isikan alamat email anda untuk berlangganan:


Delivered by FeedBurner


Jika sejauh ini anda merasa perlu jasa konsultasi, pembimbingan atau pendampingan secara pribadi dalam penulisan proposal atau laporan penelitian, anda bisa pelajari bagaimana saya bisa membantu anda dalam bentuk Layanan Konsultasi Penulisan atau klik di sini untuk menghubungi saya.

Best regards,

Identifikasi dan Perumusan Masalah Penelitian

Salah satu tugas peneliti yang sangat menentukan keberhasilan kegiatan penelitiannya adalah mengidentifikasi dan merumuskan masalah penelitan. Hal ini mengandung pengertian, bahwa rumusan masalah penelitian memiliki kedudukan yang sangat penting dalam membawa konsekuensi pada tahapan proses penelitian berikutnya.
Seorang peneliti yang tidak mengetahui secara pasti apa masalah penelitian yang dihadapi, sama halnya dengan orang yang tidaktahu tentang apa yang harus diperbuat. Karena rumusan masalah yang jelas dan tajam, akan membimbing penelitiiuntuk pengembangan tujuan, kerangka teoitik, perumusan hipotesis, identifikasi variable penelitian, pemilihan rancangan dan jenis penelitian.
Namun persoalan dasar, yang harus dimengerti adalah apa yang dimaksud dengan rumusan masalah penelitian, bagaimna cara mengidentifikasi dan merumuskan masalah penelitan, serta dari mana peneliti dapat memperoleh sumber-sumber permasalahan di bidang kesehatan.
Bagaimna masalah penelitian itu muncul? Permasalahan akan muncul jika ada kesenjangan antara teori (what should be) atau harapan dengan kenyataan yang dijumpai (what is)
Namun, tidak semua kesenjangan dapat dikembangkan menjadi permasalahan penelitian? Ternyata tidak semuanya. Ada kondisi-kondisi yang harus dipenuhi agar sebuah kesenjangan dapat dikembangkan menjadi permasalahan penelitian. Kondisi itu adalah:
Adanya kesenjangan antara kenyataan dengan teori atau hasil penelitian terdahulu
Dari kesenjangan itu dpt dikembangkan pertanyaan, mengapa kesenjangan itu terjadi.
Pertanyaan tersebut memungkinkan untuk dijawab, dan jawabannya lebih dari satu kemungkinan
Dengan demikian pengertian permasalahan penelitian adalah pertanyaan tentang situasi problematik yang timbul dari kesenjangan antara kenyataan dengan teori atau hasil penelitian terdahulu, yang memungkinkan untuk dijawab, dan jawabannya lebih dari satu.
Jika ada saran-saran silakan berikan komentar di akhir posting ini, atau jika ingin berdiskusi bisa kunjungi saya di Forum Membangun Kinerja Staff.

Jika artikel ini bermanfaat, silakan isikan alamat email anda untuk berlangganan:


Delivered by FeedBurner

Jika sejauh ini anda merasa perlu jasa konsultasi, pembimbingan atau pendampingan secara pribadi dalam penulisan proposal atau laporan penelitian, anda bisa pelajari bagaimana saya bisa membantu anda dalam bentuk Layanan Konsultasi Penulisan atau klik di sini untuk menghubungi saya.

Best regards,
 
 
 

Eine Sprache ist Eine Libensform

Tulisan merupakan lambang bahasa. Bahasa mengungkapan fikiran kita. Tulisan kita dapat mencerminkan apa yang ada dalam fikiran kita. Bahkan hidup kita! Banyak tulisan yang mengilhami penemuan-penemuan besar dunia, namun tidak sedikit ide-ide cemerlang kita tidak punya arti apa-apa. Seringkali, hanya karena orang lain tidak mengerti apa yang kita ungkapkan. Itulah maknanya bahasa dan arti penting sebuah tulisan.

Temukan Saya

Selamat Datang. Ini adalah ruang publik, untuk sekedar berbagi pengetahuan dan pengalaman. Bersama saya Cokroaminoto, untuk berdiskusi masalah Perencanaan Kesehatan untuk membangun kinerja staff, atau bagaimana Menulis Proposal dan Laporan Penelitian untuk kertas kerja (working-paper), Karya Tulis Ilmiah (KTI), Skripsi, Thesis atau sejenisnya atau tertarik untuk melihat dari dekat keragaman budaya Nusantara. Atau membaca koleksi file atau download materi kuliah saya. Di wordpress.com atau blogetery.com, anda dapat menemukan juga blog saya, tulisan isteri dan anak saya. Terima kasih.

Buku Tamu