Pengikut

Selamat Datang di Web Log "Menulis Proposal Penelitian" Untuk bergabung dan memperoleh up-date posting silakan klik Join This site. Jika ada posting yang berguna, silakan copy dengan menyebutkan sumber. Jika ada pertanyaan, silakan isikan komentar pada kolom dibawah posting. Terimakasih

Langkah-langkah menulis esai

Senin, September 20, 2010

1. Memilih Topik
Bila topik telah ditentukan, anda mungkin tidak lagi memiliki kebebasan untuk memilih. Namun demikian, bukan berarti anda siap
untuk menuju langkah berikutnya.

Pikirkan terlebih dahulu tipe naskah yang akan anda tulis. Apakah berupa tinjauan umum, atau analisis topik secara khusus? Jika
hanya merupakan tinjauan umum, anda dapat langsung menuju ke langkah berikutnya. Tapi bila anda ingin melakukan analisis
khusus, topik anda harus benar-benar spesifik. Jika topik masih terlalu umum, anda dapat mempersempit topik anda. Sebagai
contoh, bila topik tentang “Indonesia” adalah satu topik yang masih sangat umum. Jika tujuan anda menulis sebuah gambaran
umum (overview), maka topik ini sudah tepat. Namun bila anda ingin membuat analisis singkat, anda dapat mempersempit topik
ini menjadi “Kekayaan Budaya Indonesia” atau “Situasi Politik di Indonesia. Setelah anda yakin akan apa yang anda tulis, anda
bisa melanjutkan ke langkah berikutnya.

Bila topik belum ditentukan, maka tugas anda jauh lebih berat. Di sisi lain, sebenarnya anda memiliki kebebasan memilih topik
yang anda sukai, sehingga biasanya membuat esai anda jauh lebih kuat dan berkarakter.
2. Tentukan Tujuan
Tentukan terlebih dahulu tujuan esai yang akan anda tulis. Apakah untuk meyakinkan orang agar mempercayai apa yang anda
percayai? Menjelaskan bagaimana melakukan hal-hal tertentu? Mendidik pembaca tentang seseorang, ide, tempat atau sesuatu?
Apapun topik yang anda pilih, harus sesuai dengan tujuannya.
3. Tuliskan Minat Anda
Jika anda telah menetapkan tujuan esai anda, tuliskan beberapa subyek yang menarik minat anda. Semakin banyak subyek yang
anda tulis, akan semakin baik. Jika anda memiliki masalah dalam menemukan subyek yang anda minati, coba lihat di sekeliling
anda. Adakah hal-hal yang menarik di sekitar anda? Pikirkan hidup anda? Apa yang anda lakukan? Mungkin ada beberapa yang
menarik untuk dijadikan topik. Jangan mengevaluasi subyek-subyek tersebut, tuliskan saja segala sesuatu yang terlintas di
kepala.
4. Evaluasi Potensial Topik
Jika telah ada bebearpa topik yang pantas, pertimbangkan masing-masing topik tersebut. Jika tujuannya mendidik, anda harus
mengerti benar tentang topik yang dimaksud. Jika tujuannya meyakinkan, maka topik tersebut harus benar-benar menggairahkan.
Yang paling penting, berapa banyak ide-ide yang anda miliki untuk topik yang anda pilih.

Sebelum anda meneruskan ke langkah berikutnya, lihatlah lagi bentuk naskah yang anda tulis. Sama halnya dengan kasus
dimana topik anda telah ditentukan, anda juga perlu memikirkan bentuk naskah yang anda tulis.
5. Membuat Outline
Tujuan dari pembuatan outline adalah meletakkan ide-ide tentang topik anda dalam naskah dalam sebuah format yang
terorganisir.

  1. Mulailah dengang menulis topik anda di bagian atas
  2. Tuliskan angka romawi I, II, III di sebelah kiri halaman tersebut, dengan jarak yang cukup lebar diantaranya
  3. Tuliskan garis besar ide anda tentang topik yang anda maksud:
  • Jika anda mencoba meyakinkan, berikan argumentasi terbaik
  • Jika anda menjelaskan satu proses, tuliskan langkah-langkahnya sehingga dapat dipahami pembaca
  • Jika anda mencoba menginformasikan sesuatu, jelaskan kategori utama dari informasi tersebut
  1. Pada masing-masing romawi, tuliskan A, B, dan C menurun di sis kiri halaman tersebut. Tuliskan fakta atau informasi yang mendukung ide utama

6. Menuliskan Tesis
Suatu pernyataan tesis mencerminkan isi esai dan poin penting yang akan disampaikan oleh pengarangnya. Anda telah
menentukan topik dari esai anda, sekarang anda harus melihat kembali outline yang telah anda buat, dan memutuskan poin
penting apa yang akan anda buat. Pernyataan tesis anda terdiri dari dua bagian:

  • Bagian pertama menyatakan topik. Contoh: Budaya Indonesia, Korupsi di Indonesia
  • Bagian kedua menyatakan poin-poin dari esai anda. Contoh: memiliki kekayaan yang luar biasa, memerlukan waktu yang panjang untuk memberantasnya, dst.

7. Menuliskan Tubuh Esai
Bagian ini merupakan bagian paling menyenangkan dari penulisan sebuah esai. Anda dapat menjelaskan, menggambarkan dan
memberikan argumentasi dengan lengkap untuk topik yang telah anda pilih. Masing-masing ide penting yang anda tuliskan pada
outline akan menjadi satu paragraf dari tubuh tesis anda.

Masing-masing paragraf memiliki struktur yang serupa:
  • Mulailah dengan menulis ide besar anda dalam bentuk kalimat. Misalkan ide anda adalah: “Pemberantasan korupsi di Indonesia”, anda dapat menuliskan: “Pemberantasan korupsi di Indonesia memerlukan kesabaran besar dan waktu yang lama”
  • Kemudian tuliskan masing-masing poin pendukung ide tersebut, namun sisakan empat sampai lima baris.
  • Pada masing-masing poin, tuliskan perluasan dari poin tersebut. Elaborasi ini dapat berupa deskripsi atau penjelasan atau diskusi
  • Bila perlu, anda dapat menggunakan kalimat kesimpulan pada masing-masing paragraf.
  • Setelah menuliskan tubuh tesis, anda hanya tinggal menuliskan dua paragraf: pendahuluan dan kesimpulan.

8. Menulis Paragraf Pertama
  • Mulailah dengan menarik perhatian pembaca.
  • Memulai dengan suatu informasi nyata dan terpercaya. Informasi ini tidak perlu benar-benar baru untuk pembaca anda, namun bisa menjadi ilustrasi untuk poin yang anda buat.
  • Memulai dengan suatu anekdot, yaitu suatu cerita yang menggambarkan poin yang anda maksud. Berhati-hatilah dalam membuat anekdot. Meski anekdot ini efektif untuk membangun ketertarikan pembaca, anda harus menggunakannya dengan tepat dan hati-hati.
  • Menggunakan dialog dalam dua atau tiga kalimat antara beberapa pembicara untuk menyampaikan poin anda.
  • Tambahkan satu atau dua kalimat yang akan membawa pembaca pada pernyataan tesis anda.
  • Tutup paragraf anda dengan pernyataan tesis anda.

9. Menuliskan Kesimpulan
Kesimpulan merupakan rangkuman dari poin-poin yang telah anda kemukakan dan memberikan perspektif akhir anda kepada
pembaca. Tuliskan dalam tiga atau empat kalimat (namun jangan menulis ulang sama persis seperti dalam tubuh tesis di atas)
yang menggambarkan pendapat dan perasaan anda tentang topik yang dibahas. Anda dapat menggunakan anekdot untuk
menutup esai anda.

10. Memberikah Sentuhan Akhir
  • Teliti urutan paragraf Mana yang paling kuat? Letakkan paragraf terkuat pada urutan pertama, dan paragraf terlemah di tengah. Namun, urutan tersebut harus masuk akal. Jika naskah anda menjelaskan suatu proses, anda harus bertahan pada urutan yang anda buat.
  • Teliti format penulisan. Telitilah format penulisan seperti margin, spasi, nama, tanggal, dan sebagainya
  • Teliti tulisan. Anda dapat merevisi hasil tulisan anda, memperkuat poin yang lemah. Baca dan baca kembali naskah anda.
  • Apakah masuk akal? Tinggalkan dulu naskah anda beberapa jam, kemudian baca kembali. Apakah masih masuk akal?
  • Apakah kalimat satu dengan yang lain mengalir dengan halus dan lancar? Bila tidak, tambahkan bebearpa kata dan frase untuk menghubungkannya. Atau tambahkan satu kalimat yang berkaitan dengan kalimat sebelumnya
  • Teliti kembali penulisan dan tata bahasa anda.


Sumber: Guide to Writing a Basic Essay, Index of Literary Terms

Dari tulisan DuniaEsai

Mungkin anda juga perlu baca artikel lain tentang:

  1. Konsep Dasar Menulis
  2. Langkah-langkah menulis esai
  3. Membangun Kesinambungan Ide dalam Tulisan Ilmiah
  4. Membangun Paragraf yang Dinamis
  5. Memulai Menulis
  6. Mengenali Persiapan Seputar Menulis
  7. Menulis Proposal dan Laporan Penelitian


Jika sejauh ini anda merasa perlu jasa konsultasi, pembimbingan atau pendampingan secara pribadi dalam penulisan proposal atau laporan penelitian, anda bisa pelajari bagaimana saya bisa membantu anda dalam bentuk Layanan Konsultasi Penulisan atau klik di sini untuk menghubungi saya.



Best regards,

17 comments:

aseska mengatakan...

menulis artikel ternyata bukan hal yang mudah. hal tersebut karena seseorang yang akan menulis artikel membutuhkan waktu, pemikiran dan mood yang baik, pada akhirnya diperlukan pelatihan dasar penulisan artikel. aseska

KESEHATAN LINGKUNGAN mengatakan...

5menulis yang selama ini menjadi momok bagi sebagian orang termasuk PNS ternyata lebih mengasikkan. menulis merupakan penjabaran dari pemahaman seseorang dalam mendalami ilmu. diera yang serba digital seperti sekarang ini menulis lebih mudah dengan adanya internet. Internet sekarang ini tidak asing lagi apalagi buat PNS. hal ini dengan diditalkannya semua dokumen dan onlinenya perangkat kerja disetiap SKPD.
terlebih pelatihan-pelatihan seputar internet, website, blog dll sangat sering diadakan oleh intansi pemerintah. hal ini sangat mendukung pengembangan diri PNS dalam menulis artikel baik pada website pribadi maupun pemerintah.
pmerintahpun dalam hal ini pemda sangat mendukung pemgembanggan diri para pegawainya agar kualitas mereka lebih baik dan profesional.
bahkan dengan pengembangan diri melalui menulis bagi PNS di pemda secara tidak langsung telah menumbuhkan budaya membaca dan menulis dimasyarakat.

Anonim mengatakan...

Pengembangan profesi mengggunakan artikel ilmiah adalah salah satu cara pembelajaran bagi fungsional untuk mengungkapkan apa yang ada dalam pikirannya melalui tulisan. Melalui artikel ilmiah, banyak hal yang awalnya disangka orang merupakan mitos, jadi terbukti kebenarannya, apalagi jika memuat tentang hasil penelitian yang akurat. Jadi, penulisan artikel ilmiah oleh masing-masing profesi, diharapkan akan membawa banyak manfaat, baik untuk dirinya sendiri dan juga untuk masyarakat luas.

Anonim mengatakan...

Pengembangan profesi mengggunakan artikel ilmiah adalah salah satu cara pembelajaran bagi fungsional untuk mengungkapkan apa yang ada dalam pikirannya melalui tulisan. Melalui artikel ilmiah, banyak hal yang awalnya disangka orang merupakan mitos, jadi terbukti kebenarannya, apalagi jika memuat tentang hasil penelitian yang akurat. Jadi, penulisan artikel ilmiah oleh masing-masing profesi, diharapkan akan membawa banyak manfaat, baik untuk dirinya sendiri dan juga untuk masyarakat luas. Annisa

Anonim mengatakan...

Ternyata menulis sebuah esai tidaklah sesulit yang kita bayangkan, tentunya jika kita mngikuti langkah-langkah atau prosedur yang benar. Akan tetapi sering kita kehilangan ide dalam menulis, terutama pada pembahasan topik. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya ilmu atau penguasaan materi esai tersebut.Jadi selain kita harus mengikuti kaidah penulisan yang benar kita juga harus menguasai topik yang akan kita tulis. YuniL

Anonim mengatakan...

Menyampaikan suatu pesan informasi bukanlah hal yang gampang. Baik pesan secara lisan maupun tulisan. Terkadang apa yang kita tulis maupun yang disampaikan belum tentu sama maksud dan tujuannya dengan sipenerima pesan. Sebagai contoh ketika kita akan membuat pesan sigkat lewat sms kita akan berpikir dulu dalam memilih kata yang tepat. Mulai dari pemakaian tanda baca, pemilihan gaya bahasa, penekanan kata, semuanya akan sangat berpengaruh dengan pesan apa yang akan kita sampaikan. Pemakaian simbol dan singkatan kata juga akan mempengaruhi pesan tersebut. Apalagi dengan seringnya kita menggunakan singkatan kata yang tidak sesuai dengan kaidah-kaidanya, pesan bisa saja tidak tersampaikan maksudnya. Maraknya penggunaan bahasa gaul yang sudah melenceng dari EYD juga sering membuat pesan menjadi sulit dicerna dan diterima oleh orangyang membacanya. Oleh karena itu agar pesan dapat diterima dengan baik gunakanlah kata-kata yang mudah dicerna, tepat penggunaan tanda baca dan gunakan kaidah EYD yang benar. Teguh Imanto

PUSKESMAS AMBAL II mengatakan...

ISTIMEWANYA MENULIS
Buku adalah jendela dunia. Kalimat seperti itu sering kita baca dan dengar dimana-mana. Bagi siapapun kalimat seperti itu selalu memotivasi banyak orang untuk lebih banyak membaca. Membaca apapun yang terlihat menarik oleh mata kita. Membaca tulisan yang bermaksud ungkapan, berita ataupun pertanyaan. Hal ini disebabkan, karena membaca adalah hal mudah yang dapat dilakukan manusia pada saat melihat suatu tulisan. Yang menjadi istimewa dalam hal ini bukan kegiatan membaca itu sendiri. Akan tetapi bagaimana sebuah tulisan menjadi istimewa dan menarik minat pembaca.
Pemikiran dan pandangan seperti itu memotivasi saya pribadi untuk tidak sekedar membaca tetapi juga menulis. Banyak sekali tantangan yang harus dihadapi oleh seorang penulis. Seringkali banyak sekali topik yang ingin disampaikan tapi tidak mengerti bagaimana menulisakannya. Alur cerita dan gaya bahasa sangatlah penting dalam menulis.
Materi konsep dasar menulis dari Bapak Cokro Aminoto, SIP., M. Kes., membuat saya tertarik untuk menulis. Keinginan untuk berbagi banyak hal dengan banyak orang.

Anonim mengatakan...

Menulis artikel ternyata sulit. Banyak hal yang harus diperhatikan untuk menghasilkan artikel yang bagus. Mulai dari bagaimana cara penulisannya, cara menuangkan ide kedalam paragraf, bagaimana mendiskripsikan, membuat kesimpulan , sehingga menjadi tulisan yang menarik. untuk itu perlu sekali pelatihan dalam penulisan artikel. DYANA

agung nuringtyas mengatakan...

setiap individu pasti memiliki ide dan pemikiran yang sangat beragam. namun tidak banyak orang yang dapat mengungkapkan ide dan pemikirannya. penulisan artikel adalah salah satu cara penyaluran ide dan kreatifitas.
menulis artikel bukanlah hal yang mudah. seseorang harus menentukan ide pokok dari artikel yang akan ditulis. kemudian ia dapat menjelaskannya dalam bentuk kalimat kalimat yang tersusun menjadi sebuah paragraf. kumpulan paragraf tersebut sebaiknya disusun sesuai dengan alur yang baik sehingga menjadi sebuah artikel.
artikel yang dapat dipublikasikan untuk di berbagai media. artikel yang telah dipublkasikan dapat diketahui dan dibaca oleh orang lain. dengan demikian ide dan pemikiran seseorang dapat diungkapkan dan dapat disalurkan lewat sebuah artikel.

Anonim mengatakan...

Pentingnya Pelatihan dan Pengembangan bagi profesi tenaga kesehatan. Kita sering mengalami kendala ketika dihadapkan dengan sesuatu hal ataupun masalah baru.
Kita tidak tau harus bagaimana dan kemana memijakan kaki kita untuk melangkah. Padahal disisi lain tenaga kesehatan dituntut untuk selalu kreatif dan inofatif dalam menjalankan profesinya. Oleh kerena itu pelatihan dan pengembangan profesi bagi tenaga kesehatan sangat diperlukan. Ulul

danang mengatakan...

MENULIS ARTIKEL:TANTANGAN YANG HARUS DIJAWAB

Penulisan artikel tentang pengembangan kesehatan pada lingkup puskesmas menarik untuk dilakukan sekaligus menantang. ada beberapa hal yang menghambat diantaranya adalah keterbatasan sumber daya manusia baik dari segi jumlah maupun kemampuan sumber daya manusia itu sendiri sulit rasanya penulisan artikel pengembangan kesehatan dapat terlaksana dengan baik. diperlukan adanya kemauan yang luar biasa dari semua pihak supaya penulisan artikel di tingkat puskesmas dapat terlaksana.

Sarana dan prasarana dalam penulisan artikel pengembangan kesehatan pada lingkup puskesmas belum lengkap. misalnya ketersediaan komputer ataupun laptop yang kurang memadai.

Akan tetapi, bagaimana mungkin masalah-masalah kesehatan dapat teratasi tanpa adanya ide-ide yang membangun. ide-ide atau gagasan yang membangun perlu dituangkan dalam sebuah artikel. Dengan berbagai keterbatasan itulah maka penulisan artikel tentang pengembangan kesehatan pada lingkup puskesmas menarik sekaligus menantang untuk dilakukan.

ADI mengatakan...

Pengembangan tenaga fungsional dapat ditempuh dengan penulisan artikel. Hal ini akan banyak mendatangkan manfaat, terlebih lagi kalau publikasi artikel menggunakan media internet. Dengan penulisan artikel yang dipublikasikan ini, pemanfaatan ilmu tidak hanya bermanfaat bagi tenaga itu sendiri, akan tetapi akan bermanfaat bagi masyarakat luas, karena dengan artikel tersebut, akan terjadi transfer ilmu tanpa harus bertatap muka.

oyi mengatakan...

REPOT JIKA HARUS MENULIS

Tenaga profesional terdiri dari berbagai macam individu yang memiliki latarbelakang dan kemampuan berbeda-beda. Hal itu berpengaruh pada cara mereka untuk mengembangkan profesi yang dimilikinya. Cara yang digunakan biasanya berdasarkan atas kemampuan dan bakat yang dimiliki oleh masing-masing individu. Kurang efektif rasanya jika satu-satu cara pengembangan profesi harus melalui penulisan ilmiah.

Anonim mengatakan...

Antara menulis dan rasa penasaran.........
Menulis merupakan cara seseorang untuk mengungkapkan ide dan berekspresi. Dengan menulis kita dapat menuangkan sesuatu yang ada difikiran kita dengan gaya bahasa yang menarik. Seperti halnya ketika seorang remaja menulis di buku diary. Semua perasaan senang, sedih, emosi dan takut tertuang dalam tulisan. Namun kata-kata yang tertuang mengalir tanpa struktur yang tepat. Berbeda halnya ketika kita menulis artikel ilmiah. Melalui artikel ilmiah, kita dapat berbagi informasi kesehatan kepada masyarakat. Namun dibutuhkan ketepatan penulisan dalam menulisnya. Ada rasa senang, bingung dan penasaran ketika berlatih menulis artikel ilmiah. Tidak ada yang salah jika rasa penasaran untuk belajar menulis dijadikan motivasi yang dapat membawa manfaat untuk masyarakat.

danifitriyadi mengatakan...

pelatihan dasar web dan penulisan artikel bagi tenaga kesehatan yang dilaksanakan pada tanggal 20 september 2012, sangatlah berarti bagi tenaga kesehatan fungsional yang khususnya menyukainya,diera yang zaman canggih ini. Disamping itu juga pns dituntut untuk serba bisa dalam segala hal baik secara kualitas maupun kuantitas serta mempunyai kemampuan dan dedikasi yang tinggi.Karena kalangan masyarakat mengganggap bahwa pns pada mempunyai kemampuan yang lebih pada umumnya.

adidas nmd mengatakan...

coach outlet
michael kors uk
jaguars jersey
oakley sunglasses wholesale
ray ban sunglasses
coach outlet
ralph lauren outlet
coach outlet online
nike trainers
michael kors handbags

jeje mengatakan...

falcons jersey
adidas shoes
vans store
kyrie 4
michael kors factory outlet
cheap jordans
gucci belts for men
atlanta falcons jersey
nike basketball shoes
air force ones

 
 
 

Eine Sprache ist Eine Libensform

Tulisan merupakan lambang bahasa. Bahasa mengungkapan fikiran kita. Tulisan kita dapat mencerminkan apa yang ada dalam fikiran kita. Bahkan hidup kita! Banyak tulisan yang mengilhami penemuan-penemuan besar dunia, namun tidak sedikit ide-ide cemerlang kita tidak punya arti apa-apa. Seringkali, hanya karena orang lain tidak mengerti apa yang kita ungkapkan. Itulah maknanya bahasa dan arti penting sebuah tulisan.

Temukan Saya

Selamat Datang. Ini adalah ruang publik, untuk sekedar berbagi pengetahuan dan pengalaman. Bersama saya Cokroaminoto, untuk berdiskusi masalah Perencanaan Kesehatan untuk membangun kinerja staff, atau bagaimana Menulis Proposal dan Laporan Penelitian untuk kertas kerja (working-paper), Karya Tulis Ilmiah (KTI), Skripsi, Thesis atau sejenisnya atau tertarik untuk melihat dari dekat keragaman budaya Nusantara. Atau membaca biografi saya, koleksi file atau download materi kuliah saya.

Di wordpress.com atau blogetery.com, anda dapat menemukan juga blog saya, tulisan isteri dan anak saya. Terima kasih.

Buku Tamu