Pengikut

Selamat Datang di Web Log "Menulis Proposal Penelitian" Untuk bergabung dan memperoleh up-date posting silakan klik Join This site. Jika ada posting yang berguna, silakan copy dengan menyebutkan sumber. Jika ada pertanyaan, silakan isikan komentar pada kolom dibawah posting. Terimakasih

Mengenal Teknik Analisis Data Penelitian menggunakan Structural Equation Modelling (SEM)

Senin, Oktober 04, 2010

Structural Equation Modelling (SEM) merupakan salah satu analisis multivariate yang dapat menganalisis hubungan variabel secara kompleks. Analisis ini pada umumnya digunakan untuk penelitian-penelitian yang menggunakan banyak variabel.Teknik analisis data menggunakan Structural Equation Modelling (SEM), dilakukan untuk menjelaskan secara menyeluruh hubungan antar variabel yang ada dalam penelitian. SEM digunakan bukan untuk merancang suatu teori, tetapi lebih ditujukan untuk memeriksa dan membenarkan suatu model. Oleh karena itu, syarat utama menggunakan SEM adalah membangun suatu model hipotesis yang terdiri dari model struktural dan model pengukuran dalam bentuk diagram jalur yang berdasarkan justifikasi teori. SEM adalah merupakan sekumpulan teknik-teknik statistik yang memungkinkan pengujian sebuah rangkaian hubungan secara simultan. Hubungan itu dibangun antara satu atau beberapa variabel independen.

Dikemukakan oleh Ferdinand (2002), bahwa Model Persamaan Struktural merupakan jawaban yang layak untuk kombinasi antara analisis faktor dan analisis regresi berganda karena pada saat peneliti mengidentifikasi dimensi-dimensi sebuah konsep atau konstruk, pada saat yang sama peneliti juga ingin mengukur pengaruh atau derajat antar faktor yang telah diidentifikasikan dimensi-dimensinya itu. Dengan demikian SEM merupakan kombinasi antara analisis faktor dan analisis regresi berganda. Hal ini sesuai yang dikemukakan oleh Ferdinand (2000) bahwa SEM sangat tepat digunakan untuk merancang penelitian manajemen serta menjawab pertanyaan yang bersifat regresif dan dimensional dalam waktu yang bersamaan. Regresif artinya pengujian hubungan antar konstruk, sedang dimensional berarti pengujian dimensi-dimensi yang terdapat dalam konstruk. Demikian juga Solimun (2002) mengemukakan bahwa di dalam SEM peneliti dapat melakukan tiga kegiatan sekaligus, yaitu pemeriksaan validitas dan reliabilitas instrumen (setara dengan analisis faktor konfirmatori), pengujian model hubungan antar variabel laten (setara dengan analisis path), dan mendapatkan model yang bermanfaat untuk prediksi (setara dengan model struktural atau analisis regresi).

Pada teknik analisis SEM, programnya bisa menggunakan program AMOS atau program LISREL 8.30 yang bisa menampilkan diagram path yang berupa: 1) Model Lengkap (Basic Model), 2) Model Pengukuran (X-Model atau Y-Model), dan 3) Model Struktural (Structural Model). Di samping itu, koefisien dalam diagram path tersebut bisa berupa: 1) diagram hipotetik (Conseptual Diagram), 2) Hasil Estimasi berdasarkan data mentah (Estimates), 3) Koefisien Path (Standardize Solution), 4) T-ratio (T-values), 5) Modification Indices dan 6) Expected Changes. Sedang kalau program AMOS dapat menampilkan 1) Diagram Path Lengkap (Overall Model atau Basic Model) dengan 2) Koefisien berupa hasil estimasi berdasarkan data mentah (Unstandardize Estimate) dan 3) Koefisien Path (Standardize Estimate).

Untuk membuat pemodelan yang lengkap ada beberapa langkah yang perlu dilakukan, yaitu: 1) pengembangan model berbasis konsep dan teori, 2) pengembangan diagram alur (path diagram), 3) konversi diagram alur ke dalam persamaan struktural, 4) memilih matriks input dan estimasi model, 5) menilai masalah identifikasi, 6) evaluasi model, serta 7) interpretasi dan modifikasi model (Ferdinand, 2002; Solimun, 2004).

Jika sejauh ini anda merasa perlu jasa konsultasi, pembimbingan atau pendampingan secara pribadi dalam penulisan proposal atau laporan penelitian, anda bisa pelajari bagaimana saya bisa membantu anda dalam bentuk Layanan Konsultasi Penulisan atau klik di sini untuk menghubungi saya.

Best regards,

2 comments:

Hamster Online mengatakan...

saya putra,.saya menggunakan metode ini untuk skripsi saya...
saya mw tanya,.apakah tiap konstruk itu cuma membutuhkan 1 pertanyaan kuisioner? kalau lebeh dari satu bagaimana dan apa diambil nilai rata2nya untuk input ke SEM???

cokroaminoto mengatakan...

Putra, terimakasih. Tidak ada ketentuan yang pasti. Semakin banyak pertanyaan akan semakin baik, akan tetapi memerlukan tenaga yang lebih besar dan mungkin tidak sebanding dengan manfaat yang diperoleh. Untuk model dengan SEM, disarankan minimal 3 indikator setiap konstruk (tetapi bukan merupakan suatu keharusan)
Untuk keterangan selengkapnya baca posting Mengukur Validitas dan Reliabilitas

 
 
 

Eine Sprache ist Eine Libensform

Tulisan merupakan lambang bahasa. Bahasa mengungkapan fikiran kita. Tulisan kita dapat mencerminkan apa yang ada dalam fikiran kita. Bahkan hidup kita! Banyak tulisan yang mengilhami penemuan-penemuan besar dunia, namun tidak sedikit ide-ide cemerlang kita tidak punya arti apa-apa. Seringkali, hanya karena orang lain tidak mengerti apa yang kita ungkapkan. Itulah maknanya bahasa dan arti penting sebuah tulisan.

Temukan Saya

Selamat Datang. Ini adalah ruang publik, untuk sekedar berbagi pengetahuan dan pengalaman. Bersama saya Cokroaminoto, untuk berdiskusi masalah Perencanaan Kesehatan untuk membangun kinerja staff, atau bagaimana Menulis Proposal dan Laporan Penelitian untuk kertas kerja (working-paper), Karya Tulis Ilmiah (KTI), Skripsi, Thesis atau sejenisnya atau tertarik untuk melihat dari dekat keragaman budaya Nusantara. Atau membaca koleksi file atau download materi kuliah saya. Di wordpress.com atau blogetery.com, anda dapat menemukan juga blog saya, tulisan isteri dan anak saya. Terima kasih.

Buku Tamu