Pengikut

Selamat Datang di Web Log "Menulis Proposal Penelitian" Untuk bergabung dan memperoleh up-date posting silakan klik Join This site. Jika ada posting yang berguna, silakan copy dengan menyebutkan sumber. Jika ada pertanyaan, silakan isikan komentar pada kolom dibawah posting. Terimakasih

Metode Pengumpulan Data Penelitian Kualitatif

Senin, Januari 03, 2011

Beberapa metode penting dalam pengumpulan data penelitian kualitatif, yaitu: wawancara mendalam, observasi berpartisipasi, studi dokumen dan diskusi kelompok terarah. Beberapa metode pengumpulan data yang lain adalah: brain storming, dan snow balling.

 

Wawancara Mendalam (in-depth interview)
Wawancara merupakan alat re-cheking atau pembuktian terhadap informasi atau keterangan yang diperoleh sebelumnya. Tehnik wawancara yang digunakan dalam penelitian kualitatif adalah wawancara mendalam. Wawancara mendalam (in–depth interview) adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan informan atau orang yang diwawancarai, dengan atau tanpa menggunakan pedoman (guide) wawancara, di mana pewawancara dan informan terlibat dalam kehidupan sosial yang relatif lama.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan seorang peneliti saat mewawancarai responden adalah intonasi suara, kecepatan berbicara, sensitifitas pertanyaan, kontak mata, dan kepekaan nonverbal. Dalam mencari informasi, peneliti melakukan dua jenis wawancara, yaitu autoanamnesa (wawancara yang dilakukan dengan subjek atau responden) dan aloanamnesa (wawancara dengan keluarga responden). Beberapa tips saat melakukan wawancara adalah mulai dengan pertanyaan yang mudah, mulai dengan informasi fakta, hindari pertanyaan multiple, jangan menanyakan pertanyaan pribadi sebelum building raport, ulang kembali jawaban untuk klarifikasi, berikan kesan positif, dan kontrol emosi negatif.

Observasi (Observation) 

Beberapa informasi yang diperoleh dari hasil observasi adalah ruang (tempat), pelaku, kegiatan, objek, perbuatan, kejadian atau peristiwa, waktu, dan perasaan. Alasan peneliti melakukan observasi adalah untuk menyajikan gambaran realistik perilaku atau kejadian, untuk menjawab pertanyaan, untuk membantu mengerti perilaku manusia, dan untuk evaluasi yaitu melakukan pengukuran terhadap aspek tertentu melakukan umpan balik terhadap pengukuran tersebut.

Bungin (2007: 115) mengemukakan beberapa bentuk observasi yang dapat digunakan dalam penelitian kualitatif, yaitu observasi partisipasi, observasi tidak terstruktur, dan observasi kelompok tidak terstruktur.

  • Observasi partisipasi (participant observation) adalah metode pengumpulan data yang digunakan untuk menghimpun data penelitian melalui pengamatan dan pengindraan dimana observer atau peneliti benar-benar terlibat dalam keseharian responden.
  •  Observasi tidak berstruktur adalah observasi yang dilakukan tanpa menggunakan guide observasi. Pada observasi ini peneliti atau pengamat harus mampu mengembangkan daya pengamatannya dalam mengamati suatu objek.
  • Observasi kelompok adalah observasi yang dilakukan secara berkelompok terhadap suatu atau beberapa objek sekaligus.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam observasi adalah topografi, jumlah dan durasi, intensitas atau kekuatan respon, stimulus kontrol (kondisi dimana perilaku muncul), dan kualitas perilaku.

Studi Dokumen (Document Review)
Sejumlah besar fakta dan data tersimpan dalam bahan yang berbentuk dokumentasi. Sebagian besar data yang tersedia adalah berbentuk surat-surat, catatan harian, cenderamata, laporan, artefak, foto, dan sebagainya. Sifat utama data ini tak terbatas pada ruang dan waktu sehingga memberi peluang kepada peneliti untuk mengetahui hal-hal yang pernah terjadi di waktu silam. Secara detail bahan dokumenter terbagi beberapa macam, yaitu otobiografi, surat-surat pribadi, buku atau catatan harian, memorial, klipping, dokumen pemerintah atau swasta, data di server dan flashdisk, data tersimpan di website, dan lain-lain.

Diskusi Kelompok Terarah (Focus Group Discussion/FGD)
Focus Group Discussion (FGD) adalah teknik pengumpulan data yang umumnya dilakukan pada penelitian kualitatif dengan tujuan menemukan makna sebuah tema menurut pemahaman sebuah kelompok. Teknik ini digunakan untuk mengungkap pemaknaan dari suatu kalompok berdasarkan hasil diskusi yang terpusat pada suatu permasalahan tertentu. FGD juga dimaksudkan untuk menghindari pemaknaan yang salah dari seorang peneliti terhadap fokus masalah yang sedang diteliti.



Mungkin anda juga memerlukan artikel lain tentang

  1. Analisi Data Penelitian Kualitatif Model Spradley
  2. Analisis Data Penelitian Kualitatif Model Interaktif Menurut Miles dan Hubermen
  3. Analisis isi (content analysis) dalam Penelitian Kualitatif
  4. Beberapa Model Analisis Data dalam Penelitian Kualitatif
  5. Contoh Panduan FGD dalam Penelitian Kualitatif
  6. Contoh Panduan Wawancara Mendalam dalam Penelitian Kualitatif
  7. Discourse Analysis (Analisis wacana) dalam penelitian kualitatif
  8. Fokus Penelitian dan Penelitian Kualitatif
  9. Format Desain Penelitian Kualitatif
  10. Gambaran Proses Penelitian Kualitatif: Tahap Pasca Lapangan
  11. Gambaran Proses Penelitian Kualitatif: Tahap Pekerjaan Lapangan
  12. Gambaran Proses Penelitian Kualitatif: Tahap Pra-Lapangan
  13. Jenis dan Pendekatan Penelitian Kualitatif
  14. Keabsahan Data Penelitian Kualitatif
  15. Masalah dalam penelitian kualitatif
  16. Metode Focus Group Discussion (FGD) dalam Penelitian Kualitatif
  17. Metode Pengumpulan Data Penelitian Kualitatif
  18. Metode Studi Dokumen dalam pengumpulan data Penelitian Kualitatif
  19. Metode Wawancara Mendalam (Indepth-Interview) dalam Penelitian Kualitatif
  20. Metodologi Penelitian Kualitatif
  21. Pendekatan Biografikal dalam Penelitian Kualitatif
  22. Pendekatan Etnografi dalam Penelitian Kualitatif
  23. Pendekatan Fenomenologi Transendental Husserl dalam Penelitian Kualitatif
  24. Pendekatan Fenomenologi dalam Penelitian Kualitatif
  25. Pendekatan Grounded Theory dalam Penelitian Kualitatif
  26. Pendekatan Studi Kasus (Case Study) dalam Penelitian Kualitatif
  27. Pengantar Metodologi Penelitian Kualitatif
  28. Perkembangan Paradigma Metodologi Penelitian: Dari Positivistik, Post-Positivistik (Interpretif), hingga Hermeneutika
  29. Reduksi Data dalam analisis penelitian kualitatif menurut Miles & Huberman
  30. Reliabilitas Penelitian Kualitatif
  31. Rumusan Masalah dalam Penelitian Kualitatif
  32. Sistematika Penelitian Kualitatif
  33. Teknik Analisis Data Penelitian Kualitatif
  34. Teknik Moderasi Focus Group Discussion (FGD) dalam Penelitian Kualitatif

Best regards,

2 comments:

seta mengatakan...

kalau metode kuisioner masuk mana ya..?

Cokroaminoto mengatakan...

Seta, terimakasih komentarnya. Kuesioner atau daftar pertanyaan dalam penelitian, merupakan instrumen. Dalam penelitian kuantitatif, kuesioner biasa digunakan dalam metode wawancara atau angket. Sementara itu, wawancara (mendalam) dalam penelitian kualitatif menggunakan instrumen panduan wawancara. Demikian Seta, semoga bermanfaat.

 
 
 

Eine Sprache ist Eine Libensform

Tulisan merupakan lambang bahasa. Bahasa mengungkapan fikiran kita. Tulisan kita dapat mencerminkan apa yang ada dalam fikiran kita. Bahkan hidup kita! Banyak tulisan yang mengilhami penemuan-penemuan besar dunia, namun tidak sedikit ide-ide cemerlang kita tidak punya arti apa-apa. Seringkali, hanya karena orang lain tidak mengerti apa yang kita ungkapkan. Itulah maknanya bahasa dan arti penting sebuah tulisan.

Temukan Saya

Selamat Datang. Ini adalah ruang publik, untuk sekedar berbagi pengetahuan dan pengalaman. Bersama saya Cokroaminoto, untuk berdiskusi masalah Perencanaan Kesehatan untuk membangun kinerja staff, atau bagaimana Menulis Proposal dan Laporan Penelitian untuk kertas kerja (working-paper), Karya Tulis Ilmiah (KTI), Skripsi, Thesis atau sejenisnya atau tertarik untuk melihat dari dekat keragaman budaya Nusantara. Atau membaca koleksi file atau download materi kuliah saya. Di wordpress.com atau blogetery.com, anda dapat menemukan juga blog saya, tulisan isteri dan anak saya. Terima kasih.

Buku Tamu