Pengikut

Selamat Datang di Web Log "Menulis Proposal Penelitian" Untuk bergabung dan memperoleh up-date posting silakan klik Join This site. Jika ada posting yang berguna, silakan copy dengan menyebutkan sumber. Jika ada pertanyaan, silakan isikan komentar pada kolom dibawah posting. Terimakasih

Beberapa Model Analisis Data dalam Penelitian Kualitatif

Kamis, Januari 26, 2012

Pekerjaan paling berat yang dilakukan peneliti setelah data terkumpul adalah analisis data. Analisis data merupakan bagian sangat penting dalam penelitian, karena dari analisis ini akan diperoleh temuan, baik temuan substantif maupun formal. Selain itu, analisis data kualitatif sangat sulit karena tidak ada pedoman baku, tidak berproses secara linier, dan tidak ada aturan-aturan yang sistematis.

Pada hakikatnya analisis data adalah sebuah kegiatan untuk mengatur, mengurutkan, mengelompokkan, memberi kode atau tanda, dan mengkategorikannya sehingga diperoleh suatu temuan berdasarkan fokus atau masalah yang ingin dijawab. Melalui serangkaian aktivitas tersebut, data kualitatif yang biasanya berserakan dan bertumpuk-tumpuk bisa disederhanakan untuk akhirnya bisa  dipahami dengan mudah.

Analisis data kualitatif sesungguhnya sudah dimulai saat peneliti mulai mengumpulkan data, dengan cara memilah mana data yang sesungguhnya penting atau tidak. Ukuran penting dan tidaknya mengacu pada kontribusi data tersebut pada upaya menjawab fokus penelitian. Di dalam penelitian lapangan (field research) bisa saja terjadi karena memperoleh data yang sangat menarik, peneliti mengubah fokus penelitian. Ini bisa dilakukan karena perjalanan penelitian kualitatif bersifat siklus, sehingga fokus yang sudah didesain sejak awal bisa berubah di tengah jalan karena peneliti menemukan data yang sangat penting, yang sebelumnya tidak terbayangkan. Lewat data itu akan diperoleh informasi yang lebih bermakna. Untuk bisa menentukan kebermaknaan data atau informasi ini diperlukan pengertian mendalam, kecerdikan, kreativitas, kepekaan konseptual, pengalaman dan expertise peneliti. Kualitas hasil analisis data kualitatif sangat tergantung pada faktor-faktor tersebut.

Dari pengalaman melakukan penelitian kualitatif beberapa kali, model analisis data yang dikenalkan oleh Spradley (1980), dan Glaser dan Strauss (1967) bisa dipakai sebagai  pedoman. Kendati tidak baku, artinya setiap peneliti kualitatif bisa mengembangkannya sendiri, seperti yang ditulis Mudjiaraharjo, secara garis besar  model analisis itu diuraikan sebagai berikut:

  1. Analisis Domain (Domain analysis). Analisis domain pada hakikatnya adalah upaya peneliti untuk memperoleh gambaran umum tentang data untuk menjawab fokus penelitian. Caranya ialah dengan membaca naskah data secara umum dan menyeluruh untuk memperoleh domain atau ranah apa saja yang ada di dalam data tersebut. Pada tahap ini peneliti belum perlu membaca dan memahami data secara rinci dan detail karena targetnya hanya untuk memperoleh domain atau ranah. Hasil analisis ini masih berupa pengetahuan tingkat “permukaan” tentang berbagai ranah konseptual. Dari hasil pembacaan itu diperoleh hal-hal penting dari kata, frase atau bahkan kalimat untuk dibuat catatan pinggir.
  2. Analisis Taksonomi (Taxonomy Analysis). Pada tahap analisis taksonomi, peneliti berupaya memahami domain-domain tertentu sesuai fokus masalah atau sasaran penelitian. Masing-masing domain mulai dipahami secara mendalam, dan membaginya lagi menjadi sub-domain, dan dari sub-domain itu dirinci lagi menjadi bagian-bagian yang lebih khusus lagi hingga tidak ada lagi yang tersisa, alias habis (exhausted). Pada tahap analisis ini peneliti bisa mendalami domain dan sub-domain yang penting lewat konsultasi dengan bahan-bahan pustaka untuk memperoleh pemahaman lebih dalam.
  3. Analisis Komponensial (Componential Analysis). Pada tahap ini peneliti mencoba mengkontraskan antar unsur dalam ranah yang diperoleh . Unsur-unsur yang kontras dipilah-pilah dan selanjutnya dibuat kategorisasi yang relevan. Kedalaman pemahaman tercermin dalam kemampuan untuk mengelompokkan dan merinci anggota sesuatu ranah, juga memahami karakteristik tertentu yang berasosiasi. Dengan mengetahui warga suatu ranah, memahami kesamaan dan hubungan internal, dan perbedaan antar warga dari suatu ranah, dapat diperoleh pengertian menyeluruh dan mendalam serta rinci mengenai pokok permasalahan.
  4. Analisis Tema Kultural (Discovering Cultural Themes). Analisis Tema Kultural adalah analisis dengan memahami gejala-gejala yang khas dari analisis sebelumnya. Analisis ini mencoba mengumpulkan sekian banyak tema, fokus budaya, nilai, dan simbol-simbol budaya yang ada dalam setiap domain. Selain itu, analisis ini berusaha menemukan hubungan-hubungan yang terdapat pada domain yang dianalisis, sehingga akan membentuk satu kesatuan yang holistik, yang akhirnya menampakkan tema yang dominan dan mana yang kurang dominan. Pada tahap ini yang dilakukan oleh peneliti adalah: (1) membaca secara cermat keseluruhan catatan penting, (2) memberikan kode pada topik-topik penting, (3) menyusun tipologi, (4) membaca pustaka yang terkait dengan masalah dan konteks penelitian. Berdasarkan seluruh analisis, peneliti melakukan rekonstruksi dalam bentuk deskripsi, narasi dan argumentasi. Sekali lagi di sini diperlukan kepekaan, kecerdasan, kejelian, dan kepakaran peneliti untuk bisa menarik kesimpulan secara umum sesuai sasaran penelitian.
Selain model analisis data yang dikenalkan oleh Spradley (1980), dan Glaser dan Strauss (1967), dalam penelitian kualitatif, kita juga mengenal model analisis data interaktif menurut Miles dan Hubermen.Analisis data penelitian kualitatif menurut Miles dan Hubermen meliputi tiga tahap, yaitu : (a).  Tahap reduksi data (b).  Tahap penyajian data (c).  Tahap penarikan kesimpulan dan verifikasi data



  1. Analisi Data Penelitian Kualitatif Model Spradley
  2. Analisis Data Penelitian Kualitatif Model Interaktif Menurut Miles dan Hubermen
  3. Analisis isi (content analysis) dalam Penelitian Kualitatif
  4. Beberapa Model Analisis Data dalam Penelitian Kualitatif
  5. Contoh Panduan FGD dalam Penelitian Kualitatif
  6. Contoh Panduan Wawancara Mendalam dalam Penelitian Kualitatif
  7. Discourse Analysis (Analisis wacana) dalam penelitian kualitatif
  8. Fokus Penelitian dan Penelitian Kualitatif
  9. Format Desain Penelitian Kualitatif
  10. Gambaran Proses Penelitian Kualitatif: Tahap Pasca Lapangan
  11. Gambaran Proses Penelitian Kualitatif: Tahap Pekerjaan Lapangan
  12. Gambaran Proses Penelitian Kualitatif: Tahap Pra-Lapangan
  13. Jenis dan Pendekatan Penelitian Kualitatif
  14. Keabsahan Data Penelitian Kualitatif
  15. Masalah dalam penelitian kualitatif
  16. Metode Focus Group Discussion (FGD) dalam Penelitian Kualitatif
  17. Metode Pengumpulan Data Penelitian Kualitatif
  18. Metode Studi Dokumen dalam pengumpulan data Penelitian Kualitatif
  19. Metode Wawancara Mendalam (Indepth-Interview) dalam Penelitian Kualitatif
  20. Metodologi Penelitian Kualitatif
  21. Pendekatan Biografikal dalam Penelitian Kualitatif
  22. Pendekatan Etnografi dalam Penelitian Kualitatif
  23. Pendekatan Fenomenologi Transendental Husserl dalam Penelitian Kualitatif
  24. Pendekatan Fenomenologi dalam Penelitian Kualitatif
  25. Pendekatan Grounded Theory dalam Penelitian Kualitatif
  26. Pendekatan Studi Kasus (Case Study) dalam Penelitian Kualitatif
  27. Pengantar Metodologi Penelitian Kualitatif
  28. Perkembangan Paradigma Metodologi Penelitian: Dari Positivistik, Post-Positivistik (Interpretif), hingga Hermeneutika
  29. Reduksi Data dalam analisis penelitian kualitatif menurut Miles & Huberman
  30. Reliabilitas Penelitian Kualitatif
  31. Rumusan Masalah dalam Penelitian Kualitatif
  32. Sistematika Penelitian Kualitatif
  33. Teknik Analisis Data Penelitian Kualitatif
  34. Teknik Moderasi Focus Group Discussion (FGD) dalam Penelitian Kualitatif

Best regards,

0 comments:

 
 
 

Eine Sprache ist Eine Libensform

Tulisan merupakan lambang bahasa. Bahasa mengungkapan fikiran kita. Tulisan kita dapat mencerminkan apa yang ada dalam fikiran kita. Bahkan hidup kita! Banyak tulisan yang mengilhami penemuan-penemuan besar dunia, namun tidak sedikit ide-ide cemerlang kita tidak punya arti apa-apa. Seringkali, hanya karena orang lain tidak mengerti apa yang kita ungkapkan. Itulah maknanya bahasa dan arti penting sebuah tulisan.

Temukan Saya

Selamat Datang. Ini adalah ruang publik, untuk sekedar berbagi pengetahuan dan pengalaman. Bersama saya Cokroaminoto, untuk berdiskusi masalah Perencanaan Kesehatan untuk membangun kinerja staff, atau bagaimana Menulis Proposal dan Laporan Penelitian untuk kertas kerja (working-paper), Karya Tulis Ilmiah (KTI), Skripsi, Thesis atau sejenisnya atau tertarik untuk melihat dari dekat keragaman budaya Nusantara. Atau membaca koleksi file atau download materi kuliah saya. Di wordpress.com atau blogetery.com, anda dapat menemukan juga blog saya, tulisan isteri dan anak saya. Terima kasih.

Buku Tamu