Pengikut

Selamat Datang di Web Log "Menulis Proposal Penelitian" Untuk bergabung dan memperoleh up-date posting silakan klik Join This site. Jika ada posting yang berguna, silakan copy dengan menyebutkan sumber. Jika ada pertanyaan, silakan isikan komentar pada kolom dibawah posting. Terimakasih

Bidan

Rabu, Juli 10, 2013

Untuk menunjang penulisan proposal penelitian, dibutuhkan tinjauan pustaka. Tinjauan pustaka berisi tinjauan atau kaajian teori. Teori yang yang dikaji adalah teori yang berhubungan dengan variabel-variabel utama penelitian. Tentang teknik bagaimana menulis Tinjauan Pustaka Penelitian, dapat dilihat pada tulisan saya yang lalu tersebut. Kali ini kita akan melakukan tinjauan teori tentang Bidan.

Pengertian
Menurut Ikatan Bidan Indonesia (1998), bidan adalah seorang perempuan yang lulus dari pendidikan bidan yang diakui pemerintah dan organisasi profesi di wilayah Negara Republik Indonesia serta memiliki kompetensi dan kualifikasi untuk diregister, sertifikasi dan atau mendapat lisensi untuk menjalankan praktik kebidanan.

Bidan adalah seorang wanita yang telah mengikuti program pendidikan bidan dan lulus sesuai dengan persyaratan yang berlaku (Depkes RI, 2001). Bidan diakui sebagai tenaga profesional yang bertanggung jawab dan akuntabel, yang bekerja sebagai mitra perempuan untuk memberikan dukungan, asuhan dan nasihat selama masa hamil, persalinan, nifas, memimpin persalinan atas tanggung jawab sendiri dan memberikan asuhan kepada bayi. Asuhan ini mencakup upaya pencegahan, promosi persalinan normal, komplikasi pada ibu dan anak, dan akses bantuan medis atau bantuan lain yang sesuai, serta melaksanakan tindakan kegawatdaruratan (Wahyuningsih, 2007).

Bidan mempunyai tugas penting dalam konseling dan pendidikan kesehatan, tidak hanya kepada perempuan tetapi juga kepada keluarga dan masyarakat. Kegiatan ini harus mencakup pendidikan antenatal dan persiapan menjadi orang tua serta dapat meluas pada kesehatan perempuan, kesehatan seksual atau kesehatan reproduksi dan asuhan anak (Wahyuningsih, 2007).

Arti dan ciri jabatan professional

Seorang pekerja profesional dalam keseharian mempunyai arti seorang pekerja yang terampil dan cakap dalam kerjanya, biarpun ketrampilan atau kecakapan tersebut produk dari fungsi minat dan  belajar dari kebiasaan (Wahyuningsih, 2007). Pengertian jabatan profesional perlu dibedakan dari jenis pekerjaan yang menuntut dan dapat dipenuhi lewat pembiasaan melakukan ketrampilan tertentu (magang, keterlibatan langsung dalam situasi kerja di lingkungannya, dan ketrampilan kerja sebagai warisan orang tuanya atau pendahulunya). Seorang pekerja profesional perlu dibedakan dari seorang teknisi keduanya (pekerja profesional dan teknisi) dapat saja terampil dalam unjuk kerja yang sama (misalnya : menguasai teknik kerjanya), tetapi seorang pekerja profesional dituntut menguasai visi yang mendasari ketrampilannya. Berdasarkan pengertian di atas, dapatlah ditarik kesimpulan bahwa bidan tergolong jabatan profesional karena memenuhi ketiga macam persyaratan di atas.

Secara lebih rinci, ciri-ciri jabatan profesional tersebut adalah sebagai berikut (termasuk bidan) :
·      Bagi pelakunya secara nyata (defakto) dituntut berkecakapan kerja (keahlian), sesuai dengan tugas-tugas khusus serta tuntutan dari jenis jabatannya. 
·      Kecakupan atau keahlian seorang pekerja profesional bukan sekedar hasil pembiasan atau latihan rutin yang terkondisi, tetapi perlu didasari oleh wawasan keilmuan yang mantap. Jabatan profesional menuntut pendidikan juga. Jabatan yang terprogram secara relevan serta berbobot, terselenggara secara efektif dan efisien, dan tolok ukur evaluatifnya terstandar.
·      Pekerja profesional dituntut berwawasan sosial yang luas, sehingga pilihan jabatan serta kerjanya didasari oleh kerangka nilai tertentu, bersifat positif terhadap jabatan dan perannya, dan bermotivasi serta berusaha untuk berkarya sebaik-baiknya.
·      Jabatan profesional perlu mendapat pengesahan dari masyarakat dan atau negaranya. Jabatan professional memiliki syarat-syarat serta kode etik yang harus dipenuhi oleh pelakunya.

Sehubungan dengan profesionalisme jabatan bidan, perlu dibahas bahwa bidan jabatan profesional. Jabatan dapat ditinjau dari dua aspek yaitu jabatan struktural dan fungsional. Jabatan struktural adalah jabatan yang secara tegas ada dan diatur berjenjang dalam suatu organisasi, sedangkan jabatan fungsional adalah jabatan yang ditinjau serta dihargai dari aspek fungsinya yang vital dalam kehidupan masyarakat dan Negara. Dalam konteks inilah jabatan bidan adalah jabatan fungsional profesional.

Bidan adalah jabatan profesional
Sesuai dengan uraian tersebut di atas, sudah jelas bahwa bidan adalah jabatan profesional. Persyaratan bidan sebagai jabatan profesional telah dimiliki oleh bidan tersebut. Persyaratan tersebut adalah :
·      Memberikan pelayanan kepada masyarakat yang bersifat khusus atau spesialis.
·      Melalui jenjang pendidikan yang menyiapkan bidan sebagai tenaga profesional.
·      Keberadaannya diakui dan diperlukan oleh masyarakat.
·      Mempunyai kewenangan yang disahkan atau diberikan pemerintah.
·      Mempunnyai peran dan fungsi yang jelas.
·      Mempunyai kompetensi yang jelas dan terukur.
·      Memiliki organsasi profesi sebagai wadah.
·      Memiliki kode etik bidan.
·      Memiliki etika kebidanan.
·      Memiliki standar pelayanan.
·      Memiliki standar praktik.
·      Memiliki standar pendidikan yang mendasar dan mengembangkan profesi sesuai dengan kebutuhan pelayanan.
·      Memiliki standar pendidikan berkelanjutan sebagai wahana pengembangan kompetensi (Wahyuningsih, 2007).

Peran bidan sebagai pelaksana
Sebagai pelaksana, bidan mempunyai 3 kategori tugas yaitu :
Tugas mandiri
·      Menerapkan manajemen kebidanan pada setiap asuhan kebidanan yang diberikan.
·      Memberikan pelayanan dasar pada anak remaja, dan wanita pranikah dengan melibatkan klien.
·      Memberikan asuhan kebidanan kepada klien selama kehamilan normal.
·      Memberikan asuhan kebidanan kepada klien dalam masa persalinan dengan melibatkan klien/ keluarga.
·      Memberikan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir.
·      Memberikan asuhan kebidanan kepada klien dalam masa nifas dengan melibatkan klien/ keluarga.
·      Memberikan asuhan kebidanan pada wanita usia subur yang membutuhkan pelayanan keluarga berencana.
·      Memberikan asuhan kebidanan pada wanita dengan gangguan sistem reproduksi dan wanita dalam masa klimakterium dan menopause.
·      Memberikan asuhan kebidanan pada bayi, balita dengan melibatkan keluarga (Wahyuningsih, 2007).

Tugas kolaborasi/ kerjasama
·      Menerapkan manajemen kebidanan pada setiap asuhan kebidanan sesuai fungsi kolaborasi dengan melibatkan klien dan keluarga.
·      Memberikan asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan risiko tinggi dan pertolongan pertama pada kegawatan yang memerlukan tindakan kolaborasi.
·      Memberikan asuhan kebidanan pada ibu dalam maasa persalinan dengan risiko tinggi dan keadaan kegawatan yang memerlukan pertolongan pertama dengan tindakan kolaborasi dengan melibatkan klien dan keluarga.
·      Memberikan asuhan kebidanan pada ibu dalam masa nifas dan pertolongan pertama pada kegawatan yang memerlukan tindakan kolaborasi dengan melibatkan klien dan keluarga.
·      Memberikan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir dengan risiko tinggi dan yang mengalami komplikasi serta kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi dengan melibatkan keluarga.
·      Memberikan asuhan kebidanan pada balita dengan risiko tinggi dan yang mengalami komplikasi atau kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi dengan melibatkan keluarga (Wahyuningsih, 2007).

Tugas merujuk/ ketergantungan
·      Menerapkan manajemen kebidanan pada setiap asuhan kebidanan sesuai dengan fungsi keterlibatan klien dan keluarga.
·      Memberikan asuhan kebidanan melalui konsultasi dan rujukan pada ibu hamil dengan risiko tinggi dan kegawatdaruratan.
·      Memberikan asuhan kebidanan melalui konsultasi dan rujukan pada masa persalinan dengan penyulit tertentu dengan melibatkan klien dan keluarga.
·      Memberikan asuhan kebidanan melalui konsultasi dan rujukan pada ibu dalam masa nifas dengan penyulit tertentu atau kegawatdaruratan dengan melibatkan klien dan keluarga.
·      Memberikan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir dengan kelainan tertentu dan kegawatdaruratan yang memerlukan konsultasi dan rujukan dengan melibatkan keluarga.
·      Memberikan asuhan kebidanan pada balita dengan kelainan tertentu dan kegawatdaruratan yang memerlukan konsultasi dan rujukan dengan melibatkan keluarga.

Peran bidan sebagai pengelola
·      Mengembangkan pelayanan dasar kesehatan terutama pelayanan kebidanan untuk individu, keluarga, kelompok khusus dan masyarakat di wilayah kerja dengan melibatkan masyarakat/ klien.
·      Berpartisipasi dalam tim untuk melaksanakan program kesehatan dan sektor lain di wilayah kerjanya melalui kemampuan dukun bayi, kader kesehatan dan tenaga kesehatan lainnya yang berada di bawah bimbingan dalam wilayah kerjanya (Wahyuningsih, 2007).
Peran bidan sebagai pendidik
·      Memberikan pendidikan dan penyuluhan kesehatan kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat tentang penanggulangan masalah kesehatan khususnya yang berhubungan dengan pihak terkait kesehatan ibu anak dan keluarga berencana.
·      Melatih dan membimbing kader termasuk siswa bidan dan keperawatan serta membina dukun di wilayah atau tempat kerjanya (Wahyuningsih, 2007).

Peran bidan sebagai peneliti
Melakukan investigasi atau penelitian terapan dalam bidang kesehatan baik secara mandiri ataupun berkelompok., meliputi :
·      Mengidentifikasi kebutuhan investigasi yang akan dilaksanakan.
·      Menyusun rencana kerja pelatihan.
·      Melaksanakan investigasi sesuai dengan rencana.
·      Mengolah dan menginterpretasikan data hasil investigasi.
·      Menyusun laporan hasil investigasi dan tindak lanjut.
·      Memanfaatkan hasil investigasi untuk meningkatkan dan mengembangkan program kerja atau pelayanan kesehatan (Wahyuningsih, 2007).

Best regards,

0 comments:

 
 
 

Eine Sprache ist Eine Libensform

Tulisan merupakan lambang bahasa. Bahasa mengungkapan fikiran kita. Tulisan kita dapat mencerminkan apa yang ada dalam fikiran kita. Bahkan hidup kita! Banyak tulisan yang mengilhami penemuan-penemuan besar dunia, namun tidak sedikit ide-ide cemerlang kita tidak punya arti apa-apa. Seringkali, hanya karena orang lain tidak mengerti apa yang kita ungkapkan. Itulah maknanya bahasa dan arti penting sebuah tulisan.

Temukan Saya

Selamat Datang. Ini adalah ruang publik, untuk sekedar berbagi pengetahuan dan pengalaman. Bersama saya Cokroaminoto, untuk berdiskusi masalah Perencanaan Kesehatan untuk membangun kinerja staff, atau bagaimana Menulis Proposal dan Laporan Penelitian untuk kertas kerja (working-paper), Karya Tulis Ilmiah (KTI), Skripsi, Thesis atau sejenisnya atau tertarik untuk melihat dari dekat keragaman budaya Nusantara. Atau membaca koleksi file atau download materi kuliah saya. Di wordpress.com atau blogetery.com, anda dapat menemukan juga blog saya, tulisan isteri dan anak saya. Terima kasih.

Buku Tamu