Pengikut

Selamat Datang di Web Log "Menulis Proposal Penelitian" Untuk bergabung dan memperoleh up-date posting silakan klik Join This site. Jika ada posting yang berguna, silakan copy dengan menyebutkan sumber. Jika ada pertanyaan, silakan isikan komentar pada kolom dibawah posting. Terimakasih

Tugas2-Variabel Pengganggu dalam penelitian

Sabtu, Februari 21, 2015


Tindakan Peneliti 

Apa tindakan yang harus diambil peneliti untuk mengurangi efek variabel pengganggu?

Best regards,

127 comments:

Rini Ristianingsih mengatakan...

Nama : Rini Ristianingsih
NIM : A11200814
Semester / Tingkat : 6 / 3
Prodi/ Kelas : S1 Keperawatan / B

Apa yang dilakukan peneliti untuk mengurangi/ mengontrol variabel pengganggu ?

efek faktor sebagai variabel prediktor akan dapat diyakini bukan akibat Pengaruh variabel penekan/pengganggu(nuisan/suppressor/exsternal variable)
bila peneliti dapat mengendalikan semua variabel penekan/pengganggu tersebut.Pengendalian dilakukan dengan membuat kondisi yang sama atau setidaknya homogen. Karena desain ini didasarkan pada kemampuan peneliti mengendalikan /mengontrol variabel penekan /pengganggu maka disebut dengan
desain/ancangan lingkungan.
Ada beberapa desain eksperimen berdasarkan kemampuan peneliti
mengedalikan variabel penekan /pengganggu.
1.Desain Eksperimen Acak Sempurna (Completely Randomized Design)
Desain eksperimen disebut dengan desain acak sempurna jika seluruh variabel pengganggu dapat dikendalikan atau dikontrol sehingga berubah kedudukannya
menjadi variabel terkendali ( control variable). Harus diingat bahwa sumber variabel pengganggu dapat berasal dari objek penelitiannya/satuan eksperimen, dapat berasal dari kondisi eksternal.
2.Desain Eksperimen Acak berblok
(Randomized Completely Block Design)
Desain eksperimen disebut dengan desain acak berblok jika ada satu dari seluruh variabel pengganggu yang tidak dapat dikendalikan atau dikontrol sehingga berubah
kedudukannya menjadi variabel terkendali (control variable
), namun dengan caradibuat grup
grup di dalamnya masih dapat diperoleh kondisi yang homogen di
masing-masing grup.
3.Desain Eksperimen Bujur Sangkar Latin (Latin Square Design)
Desain bujur sangkar latin diterapkan bila ada dua variabel pengganggu yang tidak dapat dihomogenkan sepenuhnya, namun masing masing masih dapat dihomogenkan dengan cara pengeblokan.
4.Desain Eksperimen Kovariansi
(Covariance Design)
Desain eksperimen kovariansi diterapkan bila ada satu atau lebih variabel penekan/pengganggu yang tidak dapat dihomogenkan sama sekali. Dengan demikian,
variabel penekan/pengganggu tersebut harus didata dan dihilangkan pengaruhnya
ketika dilakukan analisis terhadap data hasil eksperimen. Melalui analisis kovariansi
akan dapat diketahui apakah variabel yang dicur igai sebagai vaariabel penekan/pengganggu benar-benar merupakan variabel peragam (covariable) secara nyata/signifikan ikut mempengaruhi hasil eksperimen. Jika pengaruhnya benar-benar
signifikan maka harus dilakukan analisis statistika untuk menghilangkan pengaruh variabel peragam. Dengan dihilangkannya pengaruh variabel peragam maka
perbedaan yang ada pada variabel tergayut adalah benar-benar akibat pengaruhvariabel bebas.

Andry Anto mengatakan...

Nama : Slamet Andriyanto
Nim : A11200826
Prodi : S1 Keperawatan
Tingkat : 3B

Jawaban :
untuk mengontrol agar variabel penggaggu tidak dapat mempengaruhi hubungan yang dikehendaki bisa dilakukan sejak membuat kerangka konsep, memilih desain penelitian dan analisa data
1. mengidentifikasi variabel pengganggu yang mungkin muncul
2. menjelaskan antisipasi yang telah dilakukan agar variabel pengganggu tidak muncul
3. pada Bab kesimpulan harus dijelaskan apa variabel pengganggu masih muncul serta menjelaskan sebab kemunculannya.

Nur Syaekhi Pria Tama mengatakan...

Nama : Nur Syaekhi Priatama
NIM : A11200805
Prodi : S1 Keperawatan/ B

agar dapat mengurangi adanya variabel pengganggu bisa dikendalikan dengan menggunakan pencocokan/ metode/ pendekatan statistik.
pencocokan merupakan bagian terpenting dari desain penelitian,seperti halnya kontrol dapat dikendalikan melalui stratifikasi yang digunakan untuk menyingkirkan pengaruh variabel pengganggu dan dapat dengan memecah kelompok kasus dan kontrol menjadi sub unit/ sub kelompok

Nia Roselaeni mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Akhmad Baequni Hadi mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Akhmad Baequni Hadi mengatakan...

NAMA : AKHMAD BAEQUNI HADI
NIM : A11200738
PRODI : S1 KEPERAWATAN A / 6

JAWABAN
Yang harus dilakukan peneliti terhadap variabel pengganggu adalah mengontrol atau (isolasi) karena dapat melemahkan validasi internal maupun validasi eksternal dan variabel variabel yang lain dalam sebuah penelitian.

Nia Roselaeni mengatakan...

Nama : Nia Roselaeni
NIM : A11200800
Prodi : S1 Keperawatan B
Sem. : VI (enam)

salah satu hal yang harus dilakukan peneliti adalah mengaplikasikan salah satu atau 4 jenis Konsep dari Validitas:
1. Validitas Internal
2. Validitas Eksternal
3. Validitas Konstruk
4. Validitas Statistik
keempat jenis konsep ini bertujuan meningkatkan akurasi dan kegunaan temuan dengan menghilangkan atau mengendalikan banyaknya pengganggu variabel mungkin, yang memungkinkan untuk kepercayaan yang lebih besar dalam temuan sebuah studi yang diberikan. keempat konsep ini juga berinteraksi untuk mengendalikan dan meminimalkan dampak dari berbagai faktor asing yang dapat mengacaukan studi dan mengurangi akurasi.

Nur Hasanah mengatakan...

Nama : Nur Hasanah
NIM : A11200803
Prodi : S1 Keperawatan 3B

Cara pengendalian efek Variabel pengganggu...

Variabel Pengganggu selalu ada dalam penelitian dan jika tidak dikendalikan oleh peneliti, variabel pengganggu adalah suatu ancaman yang besar bagi peneliti karena bisa menyebabkan hasil penelitiannya tidak baik maka dari itu dilakukan beberapa cara dan salah satunya adalah dengan mengesampingkan variabel pengganggu tetapi variabel pengganggu tetap ada namun tidak nampak atau tidak terlihat dan variabel ini bisa terbagi bagi atau dihilangkan dan mendapatkan solusi yang baik.

isnaeni restiana mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
isnaeni restiana mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Tegar Jaty mengatakan...

Nama : Muhammad Tegar Cahyo Jati
NIM : A11200798
Prodi : S1 Keperawatan B
Tingkat 3 / Semester 6

Variabel Pengganggu
Ketika peneliti mengasumsikan bahwa selain variabel X dan Y masih ada faktor lain yang sangat menentukan untuk mengetahui hubungan antarvaribel yang sebenarnya, maka di sini perlu menyertakan faktor itu sebagai variabel penekan atau pengganggu dalam pengujian. Tujuan penyertaan variabel penekan ini adalah untuk mengeleminir kemungkinan kesalahan dalam pengambilan kesimpulan. Penelitian mengenai hubungan antara “lama waktu senggang (di rumah) dengan lama menonton televisi”, misalnya, diasumiskan akan berbeda antara suami dengan isteri. Karena itu, variabel ‘jenis kelamin’ dapat dijadikan sebagai variabel penekan/pengganggu.

novi ana mengatakan...

Nama : Novi Anaswati
Nim : A11200801
Prodi : S1 Keperawatan

Variabel pengganggu merupakan Variable intervening yang didefinisikan sebagai variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan antara Variabel independent dengan Variabel dependent, tetapi tidak dapat dilihat, diukur, dan dimanipulasi; pengaruhnya harus disimpulkan dari pengaruh-pengaruh variabel independent dan atau variable moderat terhadap gejala yang sedang diteliti

nurul anisa mengatakan...

Nama :Nurul Annisa
NIM :A11200806
Prodi :S1 kep VI/B

Variabel pengganggu adalah kebalikan dari variabel penekan, apabila dalam analisis awal menunjukan hubungan positif antara variabel bebas dan variabel terikat, tetapi apabila dimasuk variabel tersebut menjadi tidak nampak atau hubunganya menjadi negatif. Dalam kasus ini variabel ketiga tersebut disebut variabel pengganggu (Distoter variable).

ratih meila mengatakan...

Nama ;Ratih Meila Sari
NIM ; A11200813
Semester ; 6
Prodi ; S1 Keperawatan B

Dalam seluruh langkah penelituan,seorang peneliti perlu menjaga sebaik-baiknya agar hubungan yang akan di buktikan yang akan di cari benar adanya , artinya variabel terikat memeang di penggaruhi variabel bebas , bukan oleh variabel lain yang tidak di kehendaki,variabel lain itu di sebut variabel penganggu(counfonding). yang perlu dilakukan untuk menjadi yakin tentang hubungan yang ada adalah menggontrol agar variabel pengganggu tidak dapat mempenggaruhi variabel yang dikehendaki.langkah tersebut dapat dimulai sejak menyatakan kerangka konsep, memilih desain penelitian dan analisis data . salah satu analisis statistik yang dapat digunakan untuk mengontrol variabel pengganggu tersebutadalah analisis arians (anvoka). analisis arians (anvoka) merupakan gabungan analisis varians dan analisis regresi.

isnaeni restiana mengatakan...

Nama : Isnaeni Restiana
NIM : A11200792
S1 Keperawatan 3B

variable pengganggu, variable tersebut bersifat hipotetikal artinya secara kongkrit pengaruhnya tidak kelihatan, tetapi secara teoritis dapat mempengaruhi hubungan antara varaibel bebas dan tergantung yang sedang diteliti. Oleh karena itu, variable pengganggu didefinisikan sebagai variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan varaibel yang sedang diteliti tetapi tidak dapat dilihat, diukur, dan dimanipulasi; pengaruhnya harus disimpulkan dari pengaruh-pengaruh variabel bebas dan variable moderat terhadap gejala yang sedang diteliti.

rizka yulia mengatakan...

Nama : Rizka Tri Yuliasari
NIM : A11200818
Prodi : S1 keperawatan

Tindakan yang harus dilakukan peneliti untuk mengurangi efek variabel pengganggu adalah menempatkan secara acak anggota diantara beberapa kelompok eksperimen dan kontrol sehingga variabel yang mengacaukan secara acak ini dibagi keseluruh kelompok dengan mendistribusikan variabel pengacau diantara kelompok yang sama.

Dedy Hartanto mengatakan...

Nama: dedyhartanto
Nim: A11200767
Prodi: S1 keperawatan /A
Jawaban:
Data yang sudah kita dapatkan jangan terlalu tergesa-gesa untuk di simpulkan karena data yang kita dapat belum yentu lengkap jadi kita harus gali informasi dan dapatakan data sebnyak mungkin dan sedetail mungkin untuk mendapatkan data yang lengkap dan jangab lupa untuk di tinjau dan pantau selalu dalam data penelitianya.

Bangkit Fas mengatakan...

Nama : Bangkit Faiq S
Nim : A11200760
Prodi : S1 keperawatan A

Jawaban :
Tindakan yang harus dilakukan peneliti untuk meminimalkan variabel pengganggu ialah seorang peneliti harus berhati hati dalam melakukan validitas data, sebelum melakukan validitas data yang akurat harus ada hipotesis, dan untuk mengurangi variabel pengganggu peneliti harus cermat membuat hipotesis bila perlu peneliti harus melakukan percobaan untuk mendapatkan prediksi yang akurat tentang masalah penelitian tersebut.

mamaz tutha mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
mamaz tutha mengatakan...

Nama: Yudha Rahmawan
NIM : A11200850
Prodi. : S1 Keperawatan / B

Peneliti harus memahami pengaruh terhadap variabel yang sedang di kerjakan,dan pengaruhnya harus disimpulkan dari pengaruh-pengaruh variabel bebas dan variable moderat terhadap gejala yang sedang diteliti. Sehingga tidak berpengaruh negatif terhadap variabel utama.

Anonim mengatakan...

Nama : tri utami apriani
Nim : A11200839
Prodi : S1 keperawatan B

Tindakan apa yang dilakukan peneliti untuk mengurangi efek variabel pengganggu yaitu variabel yang mengganggu hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen. Yang perlu dilakukan mengontrol agar variabel pengganggu tidak dapat mempengaruhi hubungan yang dikehendaki, menyatakan keranka konsep yang benar, memilih desain penelitian dan menganalisa data menggunakan analis statistik. Salah satunya dengab analis konvarians pada analis tersebut dapat digunakan pada berbagai macam rancangan percobaan misalnya rancangan acak lengkap dan rancangan acak kelompok .

Taufik Nurrohman mengatakan...

Nama:Taufik Nurrohman
NIM :A11200833
prody/kelas : S1 keperawatan 3B
Semester : 6

Variabel pengganggu didefinisikan sebagai variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan variabel yang sedang diteliti tetapi tidak dapat dilihat,diukur,dan dimanipulasi.Pengaruhnya harus disimpulkan dari pengaruh - pengaruh variabel bebas dan variabel moderat terhadap gejala yang sedang diteliti.Sebaiknya dalam melakukan penelitian kita harus benar - benar memahami jenis-jenis variabel.bisa membedakan mana yang merupakan variabel bebas,terikat dan pengganggu agar penelitian agar penelitian berjalan sesuai rencana dan lebih terfokuskan pada variabel yang akan diteliti supaya kita tidak dikacaukan oleh variabel pengganggu maka sebaiknya variabel pengganggu diabaikan walaupun sudah diketahui variabel pengganggunya

Anonim mengatakan...

Nama : Riski indriyani istifaroh
Nim : A11200816
Prodi : S1 kep 6B


variabel pengganggu bersifat hipotetikal artinya secara konkrit pengaruhnya tidak kelihatan ,tetapi secara teoritis dapat mempengaruhi hubungan antara variabel bebas dan tergantung yang sedang diteliti.
untuk mengurangi efek variabel penganggu peneliti harus mengontrol variabel bebas dan variabel tergantung untuk menetralisir ataupun menghilangkan variabel penganggu.
peneliti harus melakukan tindakan untuk meningkatkan fungsi variabel bebas dan variabel tergantung.

Aditya Dwipriasojo mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Aditya Dwipriasojo mengatakan...

Nama: Aditya dwi priasojo
Nim : A11200735
S1 keperawatan 3A

peneliti harus berhati hati dalam melakukan validitas
data, sebelum melakukan validitas data yang akurat,
Validitas adalah istilah penting dalam penelitian yang
mengacu pada konseptual dan kesehatan ilmiah dari
sebuah studi penelitian. Untuk
menghasilkan kesimpulan yang valid, konsep yang sangat
penting dan berguna dalam segala bentuk metodologi
penelitian. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan
akurasi dan kegunaan temuan dengan menghilangkan atau
mengendalikan banyak pengganggu variabel mungkin, yang
memungkinkan untuk kepercayaan yang lebih besar dalam
temuan sebuah studi yang diberikan.
Ada empat jenis yang berbeda dari validitas (validitas
internal, eksternal validitas, validitas konstruk, dan validitas
kesimpulan statistik) yang berinteraksi untuk
mengendalikan dan meminimalkan dampak dari berbagai
asing faktor yang dapat mengacaukan studi dan
mengurangi akurasi yang kesimpulan.

bagus arif fianto mengatakan...

Nama : Bagus Arif Fianto
NIM :A11200758
Prodi : S1 Keperawatan 3A
Semester : 6


Menurut saya, peneliti harus berhati hati dalam melakukan validitas
data, sebelum melakukan validitas data yang akurat,
Validitas adalah istilah penting dalam penelitian yang
mengacu pada konseptual dan kesehatan ilmiah dari
sebuah studi penelitian. Sedangkan validitas data itu Ada empat jenis yang berbeda dari validitas (validitas
internal, eksternal validitas, validitas konstruk, dan validitas
kesimpulan statistik) yang berinteraksi untuk
mengendalikan dan meminimalkan dampak dari berbagai
asing faktor yang dapat mengacaukan studi dan
mengurangi akurasi yang kesimpulan. Terimakasih

budi prayugo mengatakan...

Nama: budi prayugo
Nim: A11200761
Prodi: s1 keperawatan /a


Menurut saya, variabel peggangu dalam penelitian dapat di kembangkan, jika efek dari variabel tersebut itu memperkuat hubungan antar variabel, namun jika sebaliknya maka sebaiknya variabel pengangu itu tidak perlu di teliti lebih jauh karena hanya akan membuang waktu penelitian dan hasilnyapun tidak begitu menguntungkan hasil penelitian.

Alfi cahyani mengatakan...

NAMA :AL ALFI CAHYANI
NIM :A11200739
PRODI :S1 KEPERAWATAN / 3A
SEMESTER : VI (Enam)
Apakah yang dilakukan oleh seorang peneliti untuk mengurangi/ mengontrol variabel pengganggu?
Jawaban :
Menurut saya seorang peneliti perlu menjaga dengan sebaik-baiknya agar hubungan yang akan di buktikan ataupun yang akan dicari benar adanya,artinya variabel terikat memang dipengaruhi oleh variabel bebas bukan oleh variabel lain yang tidak dikehendaki,variabel lain sering dinamakan variabel pengganggu atau ‘Confounding’.Yang perlu dilakukan oleh peneliti untuk menjadi yakin tentang hubungan yang ada adalah mengontrol agar variabel pengganggu tidak dapat mempengaruhi hubungan yang dikehendaki,langkah tersebut dapat dimulai oleh peneliti sejak menyatakan kerangka konsep,memilih desain penelitian dan diakhirnya analisa data.

utami agus nugrahenti mengatakan...

NAMA : UTAMI AGUS N
NIM : A11200843
PRODI : S1 KEPERAWATAN
TINGKAT/KELAS : 3/B

Bagaimana hubungan antara intelejen dengan prestasi belajar dalam variable pengganggu?
Jawaban:
Peneliti ingin mengetahui ada dan tidaknya pengaruh metode mengajar dengan prestasi mahasiswa. Metode mengajar merupakan variable bebas dan prestasi mahasiswa merupakan variable tergantung. Peneliti juga mempertimbangkan adanya factor lain yang mempengaruhi hubungan dua variable tersebut, yaitu kepribadian mahasiswa. Variabel kepribadian mahasiswa sengaja dipilih untuk menentukan apakah kehadirannya mempengaruhi hubungan antara variable bebas dan variable tergantung. Peneliti juga bermaksud menetralisasi kemungkinan berpengaruhnya faktor jenis kelamin, oleh karena itu jenis kelamin akan dikontrol sebagai variable kontrol. Tujuannya ialah menghilangkan kemungkinan munculnya kerancuan akibat faktor tersebut. Secara teori sarana formalitas di kelas akan mempengaruhi hubungan antara metode mengajar dan prestasi mahasiswa. Maka sarana formalitas di kelas dijadikan sebagai variable pengganggu.

Wiji Mulyani mengatakan...

NAMA : WIJI MULYANI
NIM : A11200846
PRODI: S1 KEPERAWATAN / 3B

Apa tindakan yang harus di ambil peneliti untuk mengurangi efek variabel pengganggu ?

Variabel pengganggu merupakan jenis variabel yang berhubungan dengan variabel bebas dan berhubungan dengan variabel tergantung, tetapi bukan merupakan variabel antara. Identifikasi Variabel ini amat penting, karena bila tidak,ia dapat membawa kita pada kesimpulan yang salah.

Cara yang harus dilakukan untuk variabel pengganggu adalah :
Mengesampingkan variabel pengganggu dan jangan terlalu fokus pada variabel pengganggu demi kelancaran dalam penelitian tapi juga harus bisa menyimpulkan adanya variabel yang ada.

Atau dengan cara :
1) Restriksi, yaitu penyingkiran variabel pengganggu dari setiap subyek penelitian.
2) Matching, yaitu proses menyamakan variabel pengganggu di antara 2 kelompok.
3) Randomisasi, yaitu cara efektif untuk menyingkirkan pengaruh variabel pengganggu. Dengan melakukan randomisasi maka variabel pengganggu akan terbagi seimbang di antara kelompok

yeni Indriastuti mengatakan...

Nama : Yeni indri astuti
prodi : S1 keperawatan
NIM : A11200849

Variabel pengganggu bersifat hipotetikal/bersifat konkrit,variabel pengganggu adalah kebalikan dari variabel penekan,apabila dalam analisis awal menunjukan ada hubungan positif antara variabel lain maka akan menjadi tidak nampak/menjadi negatif. variabel tergantung kontrol dan moderat merupakan variabel konkrit dan dapat dimanipulasi,sehingga peneliti harus berhati-hati dalam menghubungkan variabel pengganggu.

yeni Indriastuti mengatakan...

Nama : Yeni indri astuti
prodi : S1 keperawatan
NIM : A11200849

Variabel pengganggu bersifat hipotetikal/bersifat konkrit,variabel pengganggu adalah kebalikan dari variabel penekan,apabila dalam analisis awal menunjukan ada hubungan positif antara variabel lain maka akan menjadi tidak nampak/menjadi negatif. variabel tergantung kontrol dan moderat merupakan variabel konkrit dan dapat dimanipulasi,sehingga peneliti harus berhati-hati dalam menghubungkan variabel pengganggu.

nur laeli mengatakan...

Variable pengganggu didefinisikan sebagai variable yang secara teoritis mempengaruhi hubungan variabel yang sedang diteliti tetapi tidak dapat dilihat, diukur, dan dimanipulasi, pengaruhnya harus disimpulkan dari pengaruh-pengaruh variabel bebas dan variable moderat terhadap gejala yang sedang diteliti. Cara yang mungkin dapat kita lakukan untuk mengontrol variabel pengganggu adalah dengan membandingkan mereka dengan grup yang bervariasi dengan karakteristik bauran dan membaurkan mereka diantara kelompok-kelompok. Atau cara lain yang lebih aman adalah dengan melakukan pengacakan atau randomisasi. Tindakan yang harus diambil oleh peneliti untuk dapat mengurangi efek variabel pengganggu diantaranya adalah dengan mengidentifikasi kembali variabel pengganggu yang muncul, membatasi variable pengganggu yang lain agar tidak muncul dan mengabaikan variabel pengganggu tersebut.


Nur Laeli Ahmadah
A11200804
S1 Keperawatan/B

shita meyphita mengatakan...

Nama : Sita Meifita Cahya Kaida
NIM : 11200824
Prodi : S1 Keperawatan (B)
Semester : 6

Apa tindakan yang harus diambil peneliti untuk mengurangi efek variabel pengganggu?

Respon hasil penelitian disamping dipengaruhi oleh satu variabel bebas juga dipengaruhi oleh variabel lain yang di anggap kurang penting dan tidak berinteraksi dengan variabel bebas,variabel ini disebut dengan variabel pengganggu.
Variabel pengganggu ini harus diperhitungkan pengaruhnya dengan jalan melakukan pembelokan.
Pembelokan dimaksudkan untuk meminimumkan kesalahan penelitian dengan jalan memperhitungkan atau meniadakan pengaruh variabel pengganggu.
Penelitian ini bisa dalam bentuk penelitian eksperimental,verivikatif,pengembangan ataupun eksploratif,asalkan variabel bebasnya (independent variable)dapat didefinisikan dengan jelas dan variabel pengganggu bisa di bloking berdasarkan dimensi waktu,tempat atau individual dari sampel yang diamati.

WINDA WINDRTI mengatakan...

Nama : Windarti
NIM : A11200847
Semester / Tingkat :6/3
Prodi S1 Keperawatn B

Menurut pendapat saya untuk mengurangi efek variable penggangu yaitu dengan cara memprediksikan variabel pengganggu yang mungkin muncul di penelitiannya dengan cara melakukan pengendalian secara statistik serta bisa melakukan pengontrolan desain penelitian yaitu dengan melakukan analisis kovarians (gabungan analisis varian dan analisis regresi) sehingga tidak mempengaruhi variabel-variabel yang akan diteliti. Variabel pengganggu ialah variabel yang dapat mempengaruhi dalam kata lain dapat memperkuat dan memperlemah hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat, sehingga variabel pengganggu dalam penelitian dapat pula di kembangkan apabila efek dari variabel tersebut itu dapat memperkuat hubungan antar variabel, namun jika sebaliknya maka lebih baik jika variabel pengganggu itu tidak perlu diteliti lebih jauh lagi karena hanya akan membuang waktu penelitian dan hasilnya pun tidak begitu menguntungkan bagi hasil penelitian.

Dimas Setijanah mengatakan...

Nama : DIMAS SETIJANAH
NIM : A11200774
Semester / Tingkat : 6 / 3
Prodi/ Kelas : S1 Keperawatan / A

A. Variabel bebas dan terikat
Variabel bebas adalah variable yang menjadi sebab timbulnya atau berubahnya variable dependen ( variable terikat ). Sedangkan variable terikat merupakan vari able yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variable bebas.
Antara variable bebas dan variable terikat masing - masing tidak berdiri sendiri, melainkan selalu berpasangan.

B. Variable pengganggu dan pengendaliannya
Berisi keterangan mengenai variable pengganggu (faktor penyebab masalah yang tidak menjadi variabel bebas) serta cara pengendaliannya.
Cara pengendalian dijelaskan sehingga populasi dan sample nanti akan mejadi jelas.

Nur Falasifah mengatakan...

Nama : Nur falasifah
NIM : A11200802
Semester/tingkat : 6/3
Prodi : S1 keperawatan B

Menurut pendapat saya untuk mengurangi efek variabel pengganggu yaitu dengan cara mengendalikan variabel pengganggu adalah yang perlu di lakukan untuk menjadi yakin tentang hubungan yang ada adalah mengontrol agar variabel pengganggu tidak dapat mempengaruhi hubungan yang di kehendaki langkah tersebut dapat di mulai sejak menyatakan kerangka konsep, memilih desain penelitian dan analisis data. Variabel pengganggu/ distorter adalah variabel yang mengganggu bekerjanya variabel bebas dan variabel tergantung, variable pengganggu dapat dikatakan sebagai variabel yang dapat mempengaruhi hubungan variabel yang sedang diteliti. Variabel penganggu merupakan variabel yang dapat mempengaruhi hubungan antara variable bebas dan variabel yang sedang diteliti, dapat memperkuat atau memperlemah.

Puji Astuti mengatakan...

Nama : Puji Astuti
NIM : A11200811
Prodi / Kelas : S1 Keperawatan / B
Semester / Tingkat : 6 / 3

Tindakan peneliti untuk mengurangi efek variabel pengganggu yaitu dengan cara melakukan pengendalian statistik guna memurnikan perubahan-perubahan yang terjadi pada variabel terikat sebagai akibat pengaruh dari variabel luar. Oleh karena itu, variabel bebas dan terikat lebih di perkuat untuk mengendalikan variabel pengganggu jika variabel pengganggu kemungkinan muncul lagi maka abaikan dengan tetap variabel terikat.

sri handayani mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Eny Astuti N. mengatakan...

Nama : Eny Astuti Ningsih
NIM : A11100708
Prodi S1 keperawatan A

Tindakan yang harus diambil peneliti untuk mengurangi efek variabel pengganggu yaitu peneliti harus dapat memanipulasi (mengubah , mengontrol) variabel yang diteliti. Variabel ini (pengganggu) bersifat hipotetikal artinya secara konkrit pengaruhnya tidak begitu terlihat, tetapi secara teoritis dapat mempengaruhi hubungan antara variabel bebas dan tergantung yang sedang atau akan diteliti. Bisa jg dengan cara lain yaitu menempatkan secara acak anggota diantara beberapa kelompok eksperimen dan kontrol sehingga variabel yang mengacaukan secara acak ini dibagi keseluruh kelompok dengan mendistribusikan variabel pengacau diantara kelompok yang sama.

sri handayani mengatakan...

Nama : sri handayani
Nim : A11200827
Prodi : S1 keperawatan / 3B

Cara untuk mengontrol efek variabel pengganggu adalah dengan menganalisis kovarians yang merupakan gabungan anatara analisis varian dan analisis regresi. Pendekatan analisis kovarian adalah dengan memasukan model regresi ganda, dimana faktor faktor yang dipelajari ditempatkan sebagai variabel normal. Variabel yang dikendalikan dinamakan kovariat dapat berupa berbagai jenis skala. Selain itu bisa dengan cara mengesampingkan variabel pengganggu tersebut.

Anonim mengatakan...

Nama : SAHRUL SARIFUDIN
NIM : A11200821
PRODI: S1 KEPERAWATAN

Apa yang dilakukan peneliti untuk mengurangi/ mengontrol variabel pengganggu ?

1.Mengendalikan variansi untuk memaksimalkan variansi variabel yang berkaitan dengan hipotesis penelitian
2.Meminimalisir variansi variabel pengganggu yang mungkin mempengaruhi hasil eksperimen. 3.Meminimalisir variansi kekeliruan. termasuk kekeliruan pengukuran.
4.Pemilihan dan penentuan subyek serta penempatan subyek dalam kelompok perlakuan dan kelompok pengendalian juga dilakukan secara acak.

Aditya TR mengatakan...

Nama : Aditya Tri Ribowo
Nim : A11200736
PRodi : S1 keperawatan/3A

Tindakan apa yang harus di lakukan peneliti dalam menyikapi variabel pengganggu dalam sebuah penelitian adalah Variabel pengganggu kadang kadang hubungan negatif yang terlihat dalam hubungan antara dua variabel tetap negatif setelah variabel ketiga dimasukkan, tetapi kadang juga berubah menjadi tidak ada hubungan atau bahkan berubah menjadi ada hubungan positif. Dapat pula terjadi, yang semula tidak ada hubungan dengan masuknya variabel ketiga menjadi ada hubungan posifif.
Jika hasil analisis awal menunjukkan tidak ada hubungan antara dua variabel tetapi ketika variabel ketiga dimasukkan sebagai variabel kontrol, hubungan Itu menjadl nampak, maka dalam kasus seperti ini variabel ketiga yang dikontrol tersebut disebut variabel penekan (suppressor variable).
Akan tetapi masuknya variabel ketiga dalam analisis bubungan antara dua variabel juga dapat memberikan hasil yang berlawanan dengan analisis awal (hanya dua variabel). Dalam analisis awal terdapat hubungan negatif antara dua variabel, tetapi setelah memasukkan variabel ketiga sebagai variabel kontrol hubungan tersebut menjadi positif. Dalam kasus sepeti ini variabel ketiga disebut variabel pengganggu atau variabel distorter.

asiih maryani mengatakan...

Nama : Asih Maryani
NIM : A11200752
Prodi : S1 Keperawatan A
Menurut pendapat saya : Apabila dalam suatu penelitian ada variabel pengganggu/variabel luar sebaiknya di abaikan saja karena variabel pengganggu tidak mempengaruhi hasil dari variabel bebas dan variabel terikat dan hanya sebagai pelengkap saja. Apabila peneliti tidak dapat mengendalikan dan mengontrol variabel pengganggu maka akan tetap menjadi ancaman dalam suatu penelitian tersebut. Variabel pengganggu tidak diteliti oleh peneliti, yang di teliti hanya variabel bebas dan variabel terikat yang penting dalam suatu penelitian. Variabel penganggu sendiri adalah variabel yang dapat mempengaruhi hubungan antara variable bebas dan variabel yang sedang diteliti, dapat memperkuat atau memperlemah.

riska qisty mengatakan...

Nama : Riska Qistiana
NIM : A11200815
Semester / Tingkat : VI / 3
Prodi / Kelas : S1 keperawatan / B



Variabel pengganggu yaitu variable yang muncul setelah ada variabel bebas dan variabel terikat,variable ini bisa melemahkan dan menguatkan.
Variabel ini bisa diukur, dimanipulasi, atau dipilih oleh peneliti untuk mengetahui apakah keberadaannya akan mempengaruhi hubungan antara variable bebas dan variabel terikat. distorsi dalam memprediksi hubungan atau asosiasi antara faktor eksposur dan outcome (hasil) sehingga asosiasi sebenarnya tidak tampak atau ditutupin oleh faktor lainnya.

Ada dua teknik untuk menganalisa faktor pengganggu,
1.memenuhi tiga kondisi untuk menetapkan apakah suatu variabel termasuk faktor pengganggu:
a.Ada asosiasi antara variabel independen dan variabel pengganggu
b.Ada asosiasi antara variabel dependen dan variabel pengganggu
c.variabel pengganggu bukan merupakan faktor intermediet (intermediate faktor) diantara variabel eksposur dan outcome (confounding factor is not an intermediate in association);
2.kedua dengan melakukan perbandingan rasio kasar dan rasio setelah dikontrol oleh faktor pengganggu (crude and adjusted ratio), dengan perhitungan rasio Mantel-Haenszel.

Dan untuk mengontrol variabel “pengganggu” yang mencemari suatu penelitian dapat dilakukan dua cara berikut, yatu

1.Memadankan Kelompok
Memadankan atau menjodohkan (matching) merupakan metode dalam mengontrol faktor yang diketahui mencemari dalam suatu studi ekperimen, dengan secara sengaja menyebarkannya bersama-sama di seluruh kelompok eksperimental dan kontrol agar tidak mengacaukan hubungan sebab akibat. Dalam metode ini, berbagai karakteristik yang mengacaukan di kelompokkan dan secara sengaja disebarkan kedalam semua kelompok. Karena faktor yang diduga mencemari disebarkan ke semua kelompok, dapat dikatakan bahwa variabel X sendirian menyebabakan variabel Y. namun, dalam hal ini kita tidak yakin bahwa kita telah mengontrol semua faktor pengganggu, karena kita mungkin tidak menyadarai semuanya sehingga taruhan yang lebih aman adalah randomisasi.


2.Randomisasi

Randomisasi merupakan proses mengontrol variabel pengganggu (nuisance variable) dengan secara acak menempatkan anggota di antara beberapa kelompok ekperimen dan kontrol, sehingga variabel yang mengacaukan secara acak dibagi ke seluruh kelompok. Dalam randomisasi, proses di mana orang yang ditarik (yaitu, setiap orang mempunyai peluang yang diketahui dan sama untuk ditarik) dan penempatan mereka dalam kelompok mana pun (tiap orang bisa ditempatkan ke dalam kelompok manapun) adalah acak. Dengan menempatkan anggota ke dalam kelompok secara acak, kita akan mendistribusikan variabel pengacau di antara kelompok secara sama.

Arief Satria mengatakan...

NAMA: ARIEF SATRIA PRADANA
PRODI: S1 KEPERAWATAN 3A
NIM: A11200747

Yang harus dilakukan oleh seorang peneliti terhadap variabel luar yaitu dengan cara mengontrol/mengisolasi variabel luar tersebut agar tidak mempengaruhi validitas internal dan validitas eksternal.

said febrianto mengatakan...

NAMA:SAID FEBRIANTO
NIM:A11200822
PRODI: S1 KEPERAWATAN B

variable penganggu adalah variable yang secara teoritis mempengaruhi hubungan variable yang sedang diteliti,pengaruhnya harus disimpulkan dari pengaruh variable moderat.dengan demikian variable penganggu tidak begitu perlu untuk diteliti lebih jauh karena tidak banyak mempengaruhi hasil penelitian

Surya Anto mengatakan...

 Nama : Suryanto
Nim : A11200832
Prody : S1Keperawatan

Apa yang di lakukan oleh peneliti untuk mengurangi fariabel pengganggu ..??

variable pengganggu didefinisikan sebagai variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan varaibel yang sedang diteliti tetapi tidak dapat dilihat, diukur, dan dimanipulasi; pengaruhnya harus disimpulkan dari pengaruh-pengaruh variabel bebas dan variable moderat terhadap gejala yang sedang diteliti.

Oka Dwi Tanto Rahardjo mengatakan...

Nama : Oka Dwi Tanto Rahardjo
NIM : A11200809
Prodi : S1 Keperawatan 3B


Variabel Pengganggu merupakan variabel yang dapat memperkuat dan memperlemah data,Terjadi apabila kita menghubungkan dua variabel (pengaruh dan terpengaruh), misalnya A mempengaruhi C apabila ada variabel antara B sehingga terjadi tiga hubungan A dengan B, B dengan C, serta A dengan C. Dengan kebiasaan membaca menunjukkan hubungan positif dengan umur, mungkin tinggi umur seorang makin banyak kebiasaan membacanya. Ini hanya terjadi pada variabel antara, yaitu pendidikan. Seorang lanjut usia yang tidak sekolah, tidak akan lebih membaca, dibandingkan seorang pemuda.

Wisnu Nugroho / Niang Nu mengatakan...

NAMA : WISNU NUGROHO
NIM : A11200848
PRODY : S1 keperawatan/ 3B

Pengendalian variabel pengganggu dengan analisis kovarians. Penentuan suatu confounding merupakan salah satu hal yang perlu mendapatkan perhatian, dalam penggunaan analisis kovarians. Untuk dapat menghindari terjadinyakesalahan-kesalahan, perlu kiranya di perhatikan beberapa hal yaitu :

1. Suatu variabel dapat di anggap sebagai confounding apabila variabel tersebut bukan merupakan efek perlakuan.

2. Suatu variabel dapat di anggap confounding apabila variabel tersebut berpengaruh terhadap respon.

Rizal K Nugroho mengatakan...

Nama : Rizal Khomsiadi Nugroho
Nim : A11200817
S1 Keperawatan B

Untuk mengurangi pengendalian terhadap variabel pengganggu tidak dikendalikan secara penuh,namun dilakukan dengan memilih kondisi yang berbeda dan memilih kondisi yang sama atau homogen setiap variabel penekan yang bersangkutan.

Uji Triyadi mengatakan...

Nama : Uji Triyadi
Nim : A11200841
S1 Keperawatan B

Mengontrol agar variabel pengganggu tidak dapat mempengaruhi hubungan yang dikehendaki. Langkah tersebut dapat dimulai sejak menyatakan konsep, memilih desain penelitian dan analisis data. Secara praktis seringkali tidak dapat dilakukan pengontrolan melalui desain penelitian sehingga langkah terakhir yang dapat dilakukan adalah menggunakan analisis statistik. Salah satu analisis statistik yang dapat digunakan untuk mengontrol variabel pengganggu tersebut adalah analisis kovarian yang merupakan gabungan antara analisis varians dan analisis regresi.

Anonim mengatakan...

Nama : Triyatno
Nim : A11200840
S1 Keperawatan B

mengontrol variabel pengganggu itu sendiri langkah nya dapat
dimulai sejak menyatakan kerangka konsep, memilih desain penelitian dan akhirnya analisis data.seringkali tidak dapat dilakukan pengontrolan melalui desain penelitian sehingga
langkah terakhir yang dapat dilakukan adalah menggunakan analisis statistik.

Punti Bela Antika mengatakan...

Nama : Punti Bela Antika
NIM : A11200812
Prodi S1 Keperawatan / Smt 6B
Variabel pengganggu kadang kadang hubungan negatif yang terlihat dalam hubungan antara dua variabel tetap negatif setelah variabel ketiga dimasukkan, tetapi kadang juga berubah menjadi tidak ada hubungan atau bahkan berubah menjadi ada hubungan positif. Dapat pula terjadi, yang semula tidak ada hubungan dengan masuknya variabel ketiga menjadi ada hubungan posifif.
Jika hasil analisis awal menunjukkan tidak ada hubungan antara dua variabel tetapi ketika variabel ketiga dimasukkan sebagai variabel kontrol, hubugan Itu menjadl nampak, maka dalam kasus seperti ini variabel ketiga yang dikontrol tersebut disebut variabel penekan (suppressor variable).
Akan tetapi masuknya variabel ketiga dalam analisis bubungan antara dua variabel juga dapat memberikan hasil yang berlawanan dengan analisis awal (hanya dua variabel). Dalam analisis awal terdapat hubungan negatif antara dua variabel, tetapi setelah rnemasukkan variabel ketiga sebagai variabel kontrol hubungan tersebut menjadi positif. Dalam kasus sepeti ini variabel ketiga disebut variabel pengganggu atau variabel distorter.

Eliza kurniadi mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Ade Puspita mengatakan...

Nama : Ade Puspitasari
NIM : A11200734
Prodi : S1 Keperawatan/3A

Jawaban:
Variable luar akan mempengaruhi variable terikat, jadi peneliti harus menyambungkan hasil penelitian variable terikat dengan teori variable luar. Apakah variable luar memberi pengaruh/tidak memberikan pengaruh pada variable terikat.

Tiara Handayani mengatakan...

NAMA : TIARA HANDAYANI
NIM : A11200837
PRODI : S1 KEPERAWATAN / SMT : 6

Dengan cara mengontrol agar variable pengganggu (‘confounding’) tidak dapat mempengaruhi hubungan yang dikehendaki, langkah tersebut dapat dimulai sejak menyatakan kerangka konsep, memilih desain penelitian dan akhirnya analisis data..
Secara konseptual ‘confounding’ dan interaksi adalah berbeda, akan tetapi keduanya melibatkan adanya hubungan antara dua variabel atau lebih, yang selanjutnya variabel-variabel tambahan yang dapat mengganggu hubungan tersebut dapat diperhitungkan , variabel yang diperhitungkan dikenal dengan nama kovariat. Pengamatan adanya ‘confounding’ membutuhkan perbandingan antara taksiran kasar dengan taksiran yang sudah disesuaikan/dikoreksi. Taksiran kasar diperoleh dengan cara mengabaikan ‘confounding’, sedangkan taksiran yang dikoreksi diperoleh dengan memasukkan ‘confounding’pada saat analisis data dilakukan. Bila taksiran kasar berbeda terhadap taksiran yang dikoreksi dapat dikatakan ada ‘confounding’, sehingga satu atau lebih variabel yang dianggap ‘confounding’sudah selayaknya dimasukkan dalam analisis data.Interaksi adalah suatu kondisi dimana hubungan yang diamati berbeda pada perbedaan nilai atau tingkatan variabel.

Arif Rugianto mengatakan...

Nama :Arif Rugianto
NIM :A11200749
Podi :S1 Keperawatan/3A

Tindakan yang harus diambil oleh peneliti untuk dapat mengurangi efek variabel pengganggu diantaranya adalah dengan mengidentifikasi kembali variabel pengganggu yang muncul, membatasi variable pengganggu yang lain agar tidak muncul dan membiarkan/mengabaikan variabel pengganggu tersebut.

heti purnamasari mengatakan...

NAMA : HETI PURNAMASARI
NIM : A11200786
PRODI : S1 KEPERAWATAN/ 3A

Untuk memastikan bahwa penelitian menghasilkan laporan yang valid, maka keseluruhan ancaman validitas harus dikendalikan oleh peneliti. Tehnik yang digunakan sangat beragam, tergantung dari kebutuhan dan jenis ancaman yang muncul. Kekuatan penelitian bisa diketahui dari validitas baik internal dan eksternalnya. Salah satu teknik dalam melakukan manipulasi dan mengontrol variable ialah dengan cara membuat kelompok pengendali (atau pembanding) dengan adanya kelompok pengendali maka peneliti akan dapat mengontrol kemungkinan munculnya factor-faktor yang dapat mempengaruhi proses penilaian yang valid terhadap efek kondisi perlakuan yang dikenakan pada kelompok atau obyek yang sedang diteliti.

Honi 378 mengatakan...

NAMA : AsfiHoni Ashar
NIM :A11200751
Prodi :S1 keperawatan/3A
JAWABAN...?
Menurut saya Dengan cara menghilangkan pengaruh variabel yang tidak berhubungan dengan tujuan penyelidikan. Oleh karena itu, variable pengganggu didefinisikan sebagai variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan varaibel yang sedang diteliti tetapi tidak dapat dilihat, diukur, dan dimanipulasi.

annida hasna latifah mengatakan...

NAMA : ANIDA HASNA LATIFAH
NIM : A11200743
PRODI : S1 KEPERAWATAN/3A

Salah satu teknik dalam melakukan manipulasi dan mengontrol variabel pengganggu ialah dengan cara membuat kelompok pengendali atau pembanding dengan adanya kelompok pengendali maka peneliti akan dapat mengontrol kemungkinan munculnya faktor-faktor yang dapat mempengaruhi proses penilaian yang valid terhadap efek kondisi perlakuan yang dikenakan pada kelompok atau obyek yang sedang diteliti. Oleh karena itu, dalam penelitan eksperimen ini sangat dimungkinkan untuk mengendalikan variabel-variabel luar yang mengancam validitas internal dan validitas eksternal hasil eksperimen. Pvada pengontrolan variansi, untuk memaksimalkan variansi variabel yang berkaitan dengan hipotesis penelitian, meminimalkan variansi variabel pengganggu yang mungkin mempengaruhi hasil eksperimen, tetapi tidak menjadi tujuan penelitian.

Arum Kusuma Wardani mengatakan...

Nama : ARUM KUSUMA WARDANI
NIM : A11200750
Prodi : S1 KEPERAWATAN A
Semester : 6

Apa tindakan yang harus diambil peneliti untuk mengurangi efek variabel pengganggu?

JAWABAN
Cara yang harus dilakukan untuk mengurangi efek variabel pengganggu adalah:
Mengesampingkan variabel pengganggu dan jangan terlalu fokus pada variabel pengganggu demi kelancaran dalam penelitian tapi juga harus bisa menyimpulkan dengan adanya variabel yang ada, atau dengan cara : menyingkirkan variabel pengganggu dari setiap subjek penelitian, proses menyamakan variabel pengganggu antara 2 kelompok, dengan melakukan randomisasi maka variabel pengganggu akan terbagi seimbang antara kelompok.

annida hasna latifah mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
amri wiji fauziah mengatakan...

NAMA : AMRI WIJI FAUZIAH
NIM : A11200741
PRODI : S1 KEPERAWATAN/ 3A

Hal yang dilakukan peneliti pada variabel luar adalah dengan melakukan pengendalian atau mengontrol terhadap variabel luar tersebut sehingga peneliti dapat menghilangkan pengaruh variabel tersebut agar tidak mempengaruhi proses pengukuran pengaruh variabel-variabel yang diteliti. Peneliti tidak perlu merisaukan faktor pencemar/ variabel pengganggu apapun baik yang diketahui maupun yang tidak diketahui.

desty kusumastuti mengatakan...

NAMA :DESTY KUSUMASTUTI
NIM : A11200769
PRODI : S1 KEPERAWATAN A
SEMESTER : 6

Apa tindakan yang harus diambil peneliti untuk mengurangi efek variabel pengganggu?

Yaitu dengan cara memanipulasi dan mengontrol variabel pengganggu agar tidak dapat mempengaruhi hubungan yang dikehendaki atau hubungan variabel yang sedang diteliti yaitu dengan cara membuat kelompok pengendali atau pembanding.

Suji Aryanti mengatakan...

Nama : Suji Aryanti
Nim : A11200830
Prodi: S1 keperawatan/3B


Seorang peneliti harus berhati-hati dalam penelitian agar hubungan yang akan dibuktikan ataupun yang akan dicari benar, artinya variabel terikat memang dipengaruhi variabel bebas bukan oleh variabel lain yang tidak dikehendaki, variabel lain tersebut sering dinamakan variabel pengganggu yang perlu diyakinkan adalah mengontrol agar variabel pengganggu tidak dapat mempengaruhi hubungan yang diinginkan, langkah tersebut dapat dimulai sejak memulai kerangka konsep, memilih desain penelitian dan akhirnya analisis data.. Secara praktis seringkali tidak dapat dilakukan pengontrolan melalui desain penelitian sehingga langkah terakhir yang dapat dilakukan adalah menggunakan analisis statistic. Salah satu analisis statistik yang dapat digunakan untuk mengontrol variabel pengganggu tersebut adalah analisis kovarians ( Ankova ). Analisis kovarians ( Ankova ) merupakan gabungan analisis varians dan analisis regresi.

Eka Yuliatun mengatakan...

Nama :Eka yuliatun
Nim :A11200778
Prodi :S1 kep A
Semester:6

Apa tindakan yang harus diambil peneliti untuk mengurangi efek variabel pengganggu?

Tindakan yang harus diambil oleh peneliti untuk dapat mengurangi efek variabel pengganggu adalah dengan mengidentifikasi kembali variabel pengganggu yang muncul,membatasi variabel pengganggu yang lain agar tidak muncul dan membiarkan atau mengabaikan variabel pengganggu tersebut.

Anonim mengatakan...

Nama : Ika Fitriana
NIM : A11200788
Prodi : Stikes Muhammadiyah Gombong 3A/6

Menurut pendapat saya yang perlu dilakukan untuk mengontrol variable pengganggu agar tidak mengacaukan penelitian dengan menganalisis variable pengganggu tersebut terlebih,agar kita dapat mengetahui factor apa saja yang dapat mengacaukan penelitian. Dan bisa memfokuskan pada variable yang mempengaruhi dan di pengaruhi.

Anonim mengatakan...

Nama : Didit Trianto
NIM : A11200773
Prodi : S1 Keperawatan ( 3A )


Variabel pengganggu adalah kebalikan dari variabel penekan, apabila dalam analisis awal menunjukkan ada hubungan positif antara variabel bebas dan variabel terikat, tetapi apabila dimasuk variabel ketiga ternyata hubungan antara dua variabel tersebut menjadi tidak nampak atau hubungannya menjadi negatif. Dalam kasus ini variabel ketiga tersebut menjadi pengganggu (distorter variable).

Penentuan mana variabel pengganggu dalam beberapa hal tidak mudah dilaksanakan. Namun dengan studi yang cermat, diskusi yang seksama, berbagai pertimbangan, kewajaran masalah yang dihadapi dan pengalaman akan membantu memudahkan penentuan

Anonim mengatakan...

Nama : Indra Riawan
NIM : A11200790
Prodi : S1 Keperawatan ( 3A )


Menurut pendapat saya cara mengatasi variabel pengganggu adalah:

1.Memadupadankan kelompok
Memadankan atau menjodohkan (matching) merupakan metode dalam mengontrol faktor yang diketahui mencemari dalam suatu study eksperimen, dengan secara sengaja menyebarkannya bersama-sama diseluruh kelompok eksperimental dan kontrol agar tidak mengacaukan hubungan sebab-akibat.

2.Randomisasi
Randomisasi merupakan proses mengontrol variabel pengganggu (nuisance variable) dengan secara acak menempatkan anggota diantara beberapa kelompok eksperimen dan kontrol, sehingga variabel yang mengacaukan secara acak dibagi keseluruh kelompok.

Desy Syarifatul Annas mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Desy Syarifatul Annas mengatakan...

Nama : Desy Syarifatul Annas
NIM : A11200770
Semester / tingkat : 6/3
Prodi / Kelas : S1 Keperawatan /A


Apa yang dilakukan peneliti untuk mengurangi/ mengontrol variabel pengganggu ?

Tindakan yang dilakukan

Dengan memberikan pembatasan /perlakuan yang sama terhadap objek penelitian(setiap variabel bebas diberi variabel luar yang sama) Atau dengan Matching, yaitu proses menyamakan variabel pengganggu di antara 2 kelompok dan bisa juga dengan Randomisasi
Randomisasi merupakan proses mengontrol variabel pengganggu dengan secara acak menempatkan anggota diantara beberapa kelompok eksperimen dan kontrol, sehingga variabel yang mengacaukan secara acak dibagi keseluruh kelompok.

Anonim mengatakan...

Nama : AVIN RIZKY FIRMANA
NIM : A11200756
Prodi : S1 Keperawatan ( 3A )


Menurut pendapat saya cara mengatasi variabel dengan experiment, deain ini terbagi menjadi dua kategori yaitu experimen lab dan experimen lapangan. Experimen lab merupakan desin experimen yang diatur dalam uatu lingkungan tiruan dimana kontrol dan manipulasi diberikan untuk mengebuktikan hubungan sebab dan akibat diantra veriabel yang diminati peneliti. Sementara ekperimen lapangan merupakan eksperimen yang dilakukan untuk mendeteksi hubungan sebab akibat dalam suatu lingkungan alami dimana peritiwa terjadi secara normal.

Nuzulia Hana mengatakan...

Nama : Nuzulia Hana Fatmala
NIM : A11200808
Prodi/kls : S1 Keperawatan/B

Apa yang di lakukan peneliti untuk mengurangi/mengontrol variabel pengganggu?

Cara untuk mengontrol variabel pengganggu (nuisance) yaitu dengan memadankan atau menjodohkan (matching) berbagai kelompok dengan memilih karakteristik yang mengacaukan dan secara sengaja menyebarkannya ke semua kelompok. Kemudian cara lain untuk mengontrol variabel pengganggu yaitu dengan Randomisasi. Rndomisasi yaitu suatu proses kumpulan faktor pencemar ditarik (yang memiliki peluang sama) dan penempatannya dalam kelompok manapun secara acak dan merata. Variabel yang dikontrol memiliki probabilitas yang sama untuk didistribusikan diantara kelompok. Proses randomisasi secara ideal akan memastikan bahwa tiap kelompok diperbandingkan dengan lainnya, dan bahwa semua variabel sebelumnya dikontrol .

Anonim mengatakan...

Nama : Aprilia Bina Purwanti
Nim : A11200745
Prodi : S1 Keperawatan A
Semester : 6

Menurut pendapat saya yang perlu dilakukan peneliti untuk mengurangi / mengontrol variabel pengganggu adalah peneliti harus memahami variabel dan kemampuan menganalisis atau mengidentifikasi setiap variabel yang lebih kecil. Memecah-mecah variabel menjadi sub-variabel yang disebut kategorisasi, yakni memecah variabel menjadi kategori-kategori data yang harus di kumpulkan oleh peneliti. Kategori-kategori ini dapat di artikan sebagai indikator variabel.

Eliza Setya mengatakan...

Nama : Isnain Eliza Setyani
NIM : A11200793
Semester / Tingkat : 6/3
Prodi : S1 Keperawatan B

Variabel pengganggu (Confounding)yang artinya berbeda, akan tetapi keduanya melibatkan adanya hubungan antara dua variabel atau lebih, yang selanjutnya variabel-variabel tambahan yang dapat mengganggu hubungan tersebut dapat diperhitungkan, variabel yang dapat diperhitungkan dikenal dengan nama kovariat.

Pengamatan adanya variabel pengganggu membutuhkan perbandingan antara taksiran kasar dengan taksiran yang sudah disesuaikan atau dikoreksi. taksiran kasar diperoleh dengan cara mengabaikan variabel pengganggu sedangkan taksiran yang dikoreksi diperoleh dengan memasukkan variable pengganggu pada saat analisis data dilakukan. Bila taksiran kasar berbeda terhadap taksiran yang dikoreksi dapat dikatakan ada variabel pengganggu, sehingga satu atau lebih variabel yang dianggap sebagai variabel pengganggu sudah selayaknya dimasukan dalam analisis data.

darmi yati mengatakan...

NAMA : Darmiyati
NIM : A11200765
Semester/ Tingkat : 6/3
Prodi/kelas : S1 Keperwatan / A

Apa yang dilakukan peneliti untuk mengurangi/ mengontrol variabel pengganggu ?

Menurut saya sebaiknya bagi peneliti jangan terlalu terfokus pada variabel penggangnggu tetapi juga jangan terlalu mengabaikan variabel pengganggu karena variabel pengganggu juga mempunyai peran dalam hasil penelitian yaitu dengan mengontrol variabel pengganggu dengan secara acak menempatkan variabel pengganggu diantara beberapa kelompok eksperimen dan kontrol, sehingga variabel yang mengacaukan secara acak dibagi keseluruh kelompok.

asihtria asih mengatakan...

NAMA :ASIH TRIA
NIM :A112OO753
PRODI:S1 Keperawatan.A
SEMESTER :6


"Cara mengatasi variabel luar agar tidak mengancamkan penelitian.

Yaitu tindakan yang harus di ambil oleh peneliti untuk dapat mengurangi efek variabel penganggu yang muncul, membatasi variabel pengganggu yang lain agar tidak muncul dan membiarkan /mengabaikan variabel penganggu tersebut. dan bisa juga dengan tetap ditulis dalam kerangka konsep akan tetapi dalam proses selanjutnya diabaikan supaya tidak mempengaruhi titik fokus yang menjadi tujuan.

Dyah Nurfitriani mengatakan...

NAMA : DYAH NURFITRIANI
NIM : A11200776
S1 KEPERAWATAN

Menurut saya tindakan terhadap variabel luar/pengganggu yaitu dengan cara mengesampingkan variabel pengganggu agar tidak mengacaukan variabel yang sedang diteliti tetapi hasil dari kesimpulan penelitian, variabel pengganggu harus di ikut sertakan.

aswin rizal mengatakan...

NAMA : Aswin Rizal M
NIM : A11200755
Semester / Tingkat :6 /3
Prodi/Kelas :S1 Keperawatan /A

Apa yang dilakukan peneliti untuk mengurangi/ mengontrol variabel pengganggu ?

Menurut pendapat saya untuk mengurangi efek variable luar/ variabel pengganggu yaitu dengan cara melakukan pengendalian secara statistik serta bisa melakukan pengontrolan penelitian yaitu dengan melakukan analisis kovarians (gabungan analisis varian dan analisis regresi) sehingga tidak mempengaruhi variabel-variabel yang akan diteliti.

Anonim mengatakan...

Nama : Tri Marliana
Nim : A11200838
Prodi : S1 Keperawatan/B


Variabel penggaggu merupakan variabel yang menghubungkan 2 variabel, sifatnya bisa menguatkkan dan melemahkan,tindakan peneliti untuk mengurangi efek dari variabel itu sendiri adalah bisa dengan berusaha memperkecil kemungkinan efek variabel tersebut dan memperkuat variabel bebas dan terikat.

um ifah mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
suban nurrohim mengatakan...

NAMA : Su'banurrohim
MNIM : A11200829
Semester / Tingkat :6 /3
Prodi/Kelas :S1 Keperawatan /B

Menurut saya apabila ada variabel pengganggu abaikan saja.
Alasanya variabel pengganggu tidak perlu diteliti karena akan mengganggu hasil penelitian yang akan diteliti akan tetapi perlu di waspadai.

ida damayanti mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
fandy firmansyah mengatakan...

Nama : Fandi Firmansyah
NIM : A11200782
Prodi : S1 Keperawatan 3A

Jawaban :
Yang harus di lakukan penulis terhadap variabel pengganggu adalah penulis harus lebih teliti karena secara kongkrit pengaruhnya tidak kelihatan, tetapi secara teoritis dapat mempengaruhi hubungan antara varaibel bebas dan tergantung yang sedang diteliti. Dan dapat mengontrol variabel tersebut agar tidak mempengaruhi validitas-validitas seperti validitas internal, eksternal.

fandy firmansyah mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
um ifah mengatakan...

Nama : Umi Latifah
NIM : A11200842
Prodi : S1 Keperawatan / B

Mengontrol agar variabel pengganggu tidak dapat mempengaruhi hubungan yang dikehendaki langkah tersebut dapat dimulai sejak menyatakan konsep,memilih desain penelitidan analisis data.oleh karena itu desain yang dipergunakan dalam peneliti harus desain yang tepat.Suatu desain penelitian dapat dikatakan berkualitas atau memiliki ketepatan jika memenuhi dua syarat :
1. Dapat dipakai untuk menguji hipotesis
2. Dapat mengendalikan atau mengontrol variens

Nama : Warih puryanti

Nim : A11200845

s1 keperawatan. semester 6 / B

variabel pengganggu adalah variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan variabel yang sedang diteliti tetapi tidak dpat dilihat, diukur dan dimanipulasi.
jadi peneliti harus mengontrol variabel pengganggu, pengontrolan dapat dimulai dari desain penelitian

dewangga aditama saputra mengatakan...

Nama : Dewangga Aditama Saputra
NIM : A11200771
S1 Keperawatan / 3A

apa yang dilakukan peneliti untuk mengurangi variabel pengganggu?

keberadaan dari sebuah variabel pengganggu tidak dapat kita pungkiri
namun kita sebagai seorang peneliti harus cermat dalam menganalisa sebuah variabel pengganggu
jika sebuah variabel pengganggu nantinya akan merusak hasil akhir dari penellitian kita
maka kita harus menkesampingkan variabel pengganggu tersebut

Septy bae mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Septy bae mengatakan...

Nama : Septiana
NIM : A11200823
Prodi: S1 Kep/3B

Apa yang dilakukan peneliti untuk mengurangi/mengontrol variabel pengganggu?

Pengendalian Variabel pengganggu dilakukan dengan cara menetapkan meneliti dan memperkuat variabel bebas dan variabel terikatnya dahulu kemudian di lanjutkan saat menyatakan kerangka konsep, memilih desain penelitian dan analisa data.

Septy bae mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
ida damayanti mengatakan...

NAMA : IDA DAMAYANTI
NIM : A11200787
S1 KEP A

Apa yang dilakukan peneliti untuk mengurangi variabel pengganggu?

variable pengganggu didefinisikan sebagai variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan varaibel yang sedang diteliti tetapi tidak dapat dilihat, diukur, dan dimanipulasi; pengaruhnya harus disimpulkan dari pengaruh-pengaruh variabel bebas dan variable moderat terhadap gejala yang sedang diteliti.
menurut saya untuk mengurangi variabel pengganggu, sebaiknya peneliti meminimalkan variabel penggganggu dengan membuat kriteria inklusi dan eksklusi.

fella yati mengatakan...

Nama : Fellayati
NIM : A11200784
Prodi : S1 keperawatan / 3A
Dalam mengontrol variabel pengganggu dalam suatu penelitian, peneliti dapat mengontrolnya dengan cara memadankan kelompok. Metode ini secara sengaja menyebarkannya bersama-sama di seluruh kelompok eksperimental dan kontrol agar tidak mengacaukan hubungan sebab akibat, Selain memadankan kelompok ada cara lain yang dilakukuan peneliti dalam mengontrol variabel pengganggu yaitu randomisasi. Randomisasi mengontrol variabel pengganggu dengan secara acak menempatkan anggota di antara kelompok eksperimen dan kontrol, sehingga variabel yang mengacau secara acak dibagi keseluruh kelompok. sehingga penulis berharap bahwa proses randomisasi akan mendistribusikan ketidaksamaan antara kelompok berdasarkan hukum distribusi normal

R. Muslihin Wilatikta mengatakan...

Nama : Muslihin
NIM : A11200799
Semester / Tingkat : 6 / 3
Prodi/ Kelas : S1 Keperawatan / B

untuk mengurangi efek variabel pengganggu kita harus mengontrol agar tidak mempengaruhi hubungan yang dikehendaki,dimulai sejak awal kita menentukan kerangka konsep,metode penelitian dan analisis data

Amad Basuki mengatakan...

Farid miftahuddin
A11200783
S1 Kep. A/3

Jawaban :
Menurut saya, tindakan yang harus diambil oleh peneliti untuk dapat mengurangi efek variabel pengganggu diantaranya adalah dengan mengidentifikasi kembali variabel pengganggu yang muncul, membatasi variable pengganggu yang lain agar tidak muncul dan membiarkan/mengabaikan variabel pengganggu tersebut

Anggun Setiowati mengatakan...

ANGGUN SETIOWATI
A11200742
S1 KEPERAWATAN / 3A

Yang perlu dilakukan untuk mengontrol variabel pengganggu agar tidak mempengaruhi hubungan yang dikehendaki yaitu dengan cara memfokuskan penelitian terhadap varibel independen dan dependen serta menyatakan kerangka konsep, memilih desain penelitian dan diakhiri dengan analisis data. Secara praktis seringkali tidak dapat dilakukan pengontrolan melalui desain penelitian, sehingga langkat terakhir yang dapat dilakukan adalah menggunakan analis statistik salah satunya dengan analisis kovarians.

gus taman mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
gus taman mengatakan...

M. GUSTAMAN MEGA
A11200796
S1 KEPERAWATAN

Untuk mengurangi efek variabel pengganggu adalah dengan cara Randomisasi. Randomisasi merupakan proses mengontrol variabel pengganggu (nuisance variable) dengan secara acak menempatkan anggota di antara beberapa kelompok ekperimen dan kontrol, sehingga variabel yang mengacaukan secara acak dibagi ke seluruh kelompok. Dalam randomisasi, proses di mana orang yang ditarik (yaitu, setiap orang mempunyai peluang yang diketahui dan sama untuk ditarik) dan penempatan mereka dalam kelompok mana pun (tiap orang bisa ditempatkan ke dalam kelompok manapun) adalah acak. Dengan menempatkan anggota ke dalam kelompok secara acak, kita akan mendistribusikan variabel pengacau di antara kelompok secara sama.
Proses randomisasi secara ideal akan memastikan bahwa tiap kelompok diperbandingkan dengan lainnya, dan bahwa semua varibel, termasuk semua pengaruh usia, gender, dan pengalaman sebelumnya dikontrol.

marsis triono mengatakan...

NAMA : MARSIS TRIYONO
NIM : A11200797
PRODI : S1 KEPERAWATAN B

Untuk mengontrol variabel pengganggu yaitu dengan cara Memadankan Kelompok
Memadankan atau menjodohkan (matching) merupakan metode dalam mengontrol faktor yang diketahui mencemari dalam suatu studi ekperimen, dengan secara sengaja menyebarkannya bersama-sama di seluruh kelompok eksperimental dan kontrol agar tidak mengacaukan hubungan sebab akibat. Dalam metode ini, berbagai karakteristik yang mengacaukan di kelompokkan dan secara sengaja disebarkan kedalam semua kelompok. Karena faktor yang diduga mencemari disebarkan ke semua kelompok, dapat dikatakan bahwa variabel X sendirian menyebabakan variabel Y. namun, dalam hal ini kita tidak yakin bahwa kita telah mengontrol semua faktor pengganggu, karena kita mungkin tidak menyadarai semuanya sehingga taruhan yang lebih aman adalah randomisasi.

siwi raharjati mengatakan...

Nama :Siwi Rahharjati
Kelas :S1 Keperwatan /B
NIM : a11200825

Untuk menentukan variabel pengganggu yaitu penetuan suatu"confounding" merupakan salah satu hal yang perlu mendapatkan perhatian dalam penggunaan analisis kovarian , untuk dapat menghindari terjadinya kesalahan , perlu kiranya diperhatikan beberapa hal yaitu:
-Suatu variabel dapat dianggap sebagai "confounding apabila variabel tersebut bukan merupakan efek perkuat.
-Suatu variabel dapat dianggap confounding apabila variabel tersebut berpengaruh terhadap respon.

Rizki Pawitrasari mengatakan...

RIZKI PAWITRASARI
A11200820
S1 KEPERAWATAN/3B


Salah satu analisis statistik yang dapat digunakan untuk mengontrol variabel pengganggu adalah analisis kovarians ( Ankova ). Analisis kovarians ( Ankova ) merupakan gabungan analisis varians dan analisis regresi. Analisis kovarians dapat digunakan pada berbagai macam rancangan percobaan misalnya Rancangan Acak Lengkap (RAL ), Rancangan Acak Kelompok (RAK ) dan sebagainya.

tedy hear mengatakan...

TEGUH TENDY HERMAWAN
A11200835
S1 KEPERAWATAN 3B

Variabel yang dapat memperkuat dan memperlemah hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat
variabel pengganggu dalam penelitian dapat di kembangkan apabila efek dari variabel tersebut dapat memperkuat hubungan antara variabel, jika sebaliknya maka sebaiknya variabel pengganggu itu tidak perlu di teliti lebih jauh karena akan membuang waktu sipeneliti dan hasilnyapun tidak begitu menguntungkan bagi hasil penelitian

nurul hafidhah ilmi mengatakan...

Nurul Hafidhah Ilmi
A11200807
S1 Keperawatan B

variabel pengganggu merupakan variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan variabel yang sedang diteliti tetapi tidak dapat dilihat,diukur, dan dimanipulasi, pengaruhnya harus disimpulkan dari pengaruh-pengaruh variabel bebas dan variabel terikat terhadap gejala yang sedang diteliti, oleh karena itu variabel bebas dan variabel terikat lebih dperkuat untuk mengendalikan variabel pengganggu.

Taufiq Fajar Setyawan mengatakan...

TAUFIQ FAJAR SETYAWAN
A11200834
S1 KEPERAWATAN STIKES GOMBONG
SEMESTER 6

Apa yang harus dilakukan peneliti un tuk meminimalisir/mengontrol adanya variabel pengganggu?

Menurut saya, munculnya variabel pengganggu diantaranya karena peneliti tidak meninjau ulang variabel bebas dan veriabel terikat atau peneliti mengabaikan karena variabel pengganggu bersifat hipotekal.Untuk meminimalisir adanya varisbel pengganggu dengan sebuah rencana rancangan percobaan , dan cek konstan, akan menyaring variabel perancu atau pengganggu terburuk. Misalnya, mengacak kelompok, menggunakan kontrol yang ketat, dan suara operasionalisasi praktek semua berkontribusi untuk menghilangkan variabel ketiga potensial atau variabel pengganggu.Untuk itu harus benar-benar meneliti dan membedakan antar variabel bebas, terikat dan variabel pengganggu.Salah satu analisis statistik yang dapat digunakan untuk mengontrol variabel pengganggu tersebut adalah analisis kovarians ( Ankova )

Bahirotul Ulum mengatakan...

Nama : Bahirotul ‘Ulum
Nim : A11200759
Prodi : S1 Keperawatan ( 3A )
Sebuah variabel pengganggu adalah variabel, selain variabel independen yang Anda tertarik, yang dapat mempengaruhi variabel dependen. Hal ini dapat menyebabkan kesimpulan yang keliru tentang hubungan antara variabel independen dan dependen. Anda berurusan dengan variabel pengganggu dengan mengendalikan mereka; dengan mencocokkan; dengan mengacak; atau dengan kendali statistik. Merancang percobaan untuk menghilangkan perbedaan karena variabel pengganggu sangat penting. Salah satu cara adalah dengan mengontrol variabel pengganggu. Setelah Anda telah merancang percobaan untuk mengontrol sebanyak variabel pengganggu mungkin, Anda perlu mengacak sampel Anda untuk memastikan bahwa mereka tidak berbeda dalam variabel pengganggu yang tidak dapat Anda kendalikan.

Yuni Budiyanto mengatakan...

Sri Wahyuningsih
A11200828
S1 Keperawatan B

Yang bisa dilakukan untuk mengontrol variabel pengganggu adalah :
1.menyamakan variabel pengganggu atau matching agar bisa meminimalkan variabel pengganggu
2.retraksi atau menyingkirkan dari subyek penelitian
3.randomisaasi,yaitu pengambilan kelompok secara acak agar setiap subjek mempunyai peluang yang sama untuk kelompk yang di perlakukan oleh peneliti.

Chasanah Setyorini mengatakan...

NAMA : CHASANAH SETYORINI
NIM : A11200763
PRODI : S1 KEPERAWATAN 3A

Menurut pendapat saya, variable pengganggu bisa menguntungkan dan juga bisa merugikan sebuah penelitian. Agar variable pengganggu tidak merugikan, penulis harus mengontrolnya. Penulis bisa melakukan pengendalian statistik guna memurnikan perubahan-perubahan yang terjadi pada variabel terikat sebagai akibat pengaruh dari variabel luar. Untuk itu variabel bebas dan terikat lebih di perkuat untuk mengendalikan variabel pengganggu jika variabel pengganggu kemungkinan muncul lagi maka abaikan dengan tetap variabel terikat.

Anonim mengatakan...

Nama : Thathit Hari Saputro
NIM : A 11 200 836
Prodi : S1 keperawatan
Semester : 6

variable pengganggu didefinisikan sebagai variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan varaibel yang sedang diteliti tetapi tidak dapat dilihat, diukur, dan dimanipulasi; pengaruhnya harus disimpulkan dari pengaruh-pengaruh variabel bebas dan variable moderat terhadap gejala yang sedang diteliti.
Menurut saya variabel ini harus ada dalam suatu penelitian karena bersifat memperkuat terhadap penelitian yang sedang dilakukan namun didalam pembahasan tidak perlu dijelaskan lebih lanjut

Aditya Yp mengatakan...

Nama: Aditya Yusuf Prakoso
Nim:A11200737
Prodi: S1 Keperawatan 3A

Tindakan yang harus dilakukan peneliti untuk mengurangi efek variabel pengganggu adalah: peneliti harus berhati-hati dalam melakukan validasi data sebelum melakukan validitas data, peneliti juga harus memahami betul apa pengaruh terhadap variabel yang sedang dikerjakan dan pengaruhnya harus disimpulkan dari pengaruh-pengaruh variabel bebas dan variabel moderat terhadap gejala yang sedang diteliti. sehingga tidak berpengaruh negatif terhadap variabel utama yang sedang diteliti

Aditya Yp mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Efi Nuriyanti mengatakan...

NAMA :EFI NURIYANTI
NIM : A11200777
PRODI : S1 KEPERAWATAN/A
Yang harus dilakukan peneliti terhadap variabel pengganggu ialah dengan cara variabel penelitian dan situasi perlakuan harus diatur secara ketat dengan menetapkan perlakuan kontrol, mengendalikan variansi untuk memaksimalkan variansi variabel yang berkaitan dengan hipotesis penelitian serta peneliti harus cermat membuat hipotesis.

Anonim mengatakan...

Nama : SUPRASETYO
Nim : A11200831
prodi :S1 keperawatan /B
menurut pendapat saya sebaikmnya variabel pengganggu sebaik nya di ABAIKAN saja karena dapat menggangu variabel lain

Elite Yanuar mengatakan...

ELITE Y.P.
A11200779
S1 KEPERAWATAN A

Tindakan yang harus diambil peneliti untuk mengurangi efek variabel pengganggu:
kita harus kenali/ identifikasi variabel tersebut terlebih dahulu untuk selanjutnya dapat menentukan tindakan yang efektif.
Bisa juga dengan melakukan manipulasi dan mengontrol variabel ialah dengan cara membuat kelompok pengendali atau pembanding. Dengan adanya kelompok pengendali, peneliti akan dapat mengontrol kemungkinan munculnya faktor-faktor yang dapat mempengaruhi proses penilaian yang valid terhadap efek kondisi perlakuan yang dikenakan pada kelompok atau obyek yang sedang diteliti.

chanifudin yusuf mengatakan...

NAMA: Chanifudin yusuf
NIM: A11200762
PRODI: S1 keperawatan 3A

JAWABAN:
menurut saya variabel pengangu di abaikan saja Variabel Pengganggu selalu ada dalam penelitian dan jika tidak dikendalikan oleh peneliti, variabel pengganggu adalah suatu ancaman yang besar bagi peneliti karena bisa menyebabkan hasil penelitiannya tidak baik

veber mengatakan...

Nama :Veber Ali Sabana
NIM :A11200844
Prodi :S1 Keperawatan
Kelas :3 B
Cara yang dilakukan oleh peneliti untuk mengurangi atau mengontrol Variabel Pengganggu ?

Menurut pendapat saya, Variabel pengganggu tidak bisa mempengaruhi peranan yang dikehendaki, Untuk itu sebelum terlaksananya penelitian, Sebabai peneliti akan lebih baik sebaiknya membuatkan terlebih dahulu Kerangka konsepnya, analisa data dan desainya. yang diantaranya mengenai identifikasi variabel pengganggu yang mungkin bisa timbul, mengantisipasi yang telah dilakukan oleh peneliti agar terhindar dari variabel pengganggu dan mengevaluasi apakah mungkin masih ada variabel pengganggu.

Anonim mengatakan...

Nama: erick dicky prasetya
Nim :a11200780
Prodi :s1keperawatan 3a

Menurut saya simpel aja sih , jika variabel pengganggu tidak mendukung acuhkan saja fokus pd data kita tpi jika mendukung bisa kita masukan pd data kita

ORIL SUKMA mengatakan...

NAMA ; ANSORIL ZIHAD
NIM ; A11200744
smester/tingkat :6/3
prodi / kelas : s1 keperawatan/ A

Peneliti harus benar benar mengetahui apa itu variabel pengganggu agar tau bagaemana menyikapinya,dan pastikan ranycangan awal penelitian yang baik agar kita tau nanti jadinya akan sepertin apa seperti membuat disain penelitian yang kita lakukan,salah sasatunya dengan membuat desinge atau anycangan lingkungan

Dinie P mengatakan...

DINI P
A11200775
S1 KEPERAWATAN A

Kalo menurut saya agar dapat mengurangi adanya variabel pengganggu adalah tidak meninggalkan dari kasus yang sedang diteliti

arif nyatmoko mengatakan...

NAMA : Arif Nyatmoko
PRODI : S1 Keperawatan
NIM :A11200748

Variabel Penggangu Dalam Penelitian

Variabel bebas, tergantung, kontrol dan moderat merupakan variable-variabel kongkrit. Ketiga variable, yaitu variable bebas, kontrol dan moderat tersebut dapat dimanipulasi oleh peneliti dan pengaruh ketiga varaibel tersebut dapat dilihat atau diobservasi. Lain halnya dengan variable pengganggu, variable tersebut bersifat hipotetikal artinya secara kongkrit pengaruhnya tidak kelihatan, tetapi secara teoritis dapat mempengaruhi hubungan antara varaibel bebas dan tergantung yang sedang diteliti. Oleh karena itu, variable pengganggu didefinisikan sebagai variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan varaibel yang sedang diteliti tetapi tidak dapat dilihat, diukur, dan dimanipulasi; pengaruhnya harus disimpulkan dari pengaruh-pengaruh variabel bebas dan variable moderat terhadap gejala yang sedang diteliti.

Ardi Nur Faizal mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Ardi Nur Faizal mengatakan...

Nama : Ardi Nur Faizal
NIM : A11200746
Prodi : S1 Keperawatan / A

Peneliti harus berhati hati dalam melakukan validitas data, sebelum melakukan validitas data yang akurat. Mengontrol agar variabel pengganggu tidak dapat mempengaruhi hubungan yang dikehendaki. Langkah tersebut dapat dimulai sejak menyatakan konsep, memilih desain penelitian dan analisis data. Secara praktis seringkali tidak dapat dilakukan pengontrolan melalui desain penelitian sehingga langkah terakhir yang dapat dilakukan adalah menggunakan analisis statistik. Salah satu analisis statistik yang dapat digunakan untuk mengontrol variabel pengganggu tersebut adalah analisis kovarian yang merupakan gabungan antara analisis varians dan analisis regresi.

Fangyaya mengatakan...

louis vuitton
adidas shoes
timberland shoes
air jordan 13
ralph lauren polo
cheap jordans
air jordans
coach outlet store online
cartier watches
hermes bags
kate spade
coach outlet store online
mont blanc
fitflops sale clearance
ralph lauren polo
mont blanc pens
jordan shoes
jordan 4
hollister clothing
nike factory outlet
coach outlet store online clearances
michael kors outlet
adidas yeezy
jordan 11s
kate spade handbags
insanity workout
louis vuitton handbags
rolex watches
jordan concords
adidas nmd r1
coach factory outlet
instyler curling iron
kobe 9
coach outlet online
louis vuitton handbags
jordan 8s
coach outlet
ed hardy clothing
jordan 13
coach factory outlet online
20167.28chenjinyan

Gege Dai mengatakan...

Postar um comentáriolouis vuitton outlet store
ralph lauren uk
converse shoes
ray ban sunglasses
longchamp outlet
swarovski outlet
coach outlet online
mulberry uk
rolex watches
cheap oakley sunglasses
mulberry outlet
abercrombie and fitch
beats headphones
ugg boots
coach outlet online
louis vuitton handbags
polo ralph lauren
uggs outlet
michael kors uk outlet
canada goose jackets
michael kors outlet
adidas trainers
adidas outlet
hermes outlet store
coach outlet
hollister uk
ugg boots
hermes birkin
cheap nfl jerseys
cheap canada goose jackets
jordan 4
michael kors wholesale
michael kors outlet
ralph lauren uk
michael kors handbags outlet
0730jianxiang

chenmeinv0 mengatakan...

beats by dr dre
snapbacks wholesale
salvatore ferragamo
minnesota vikings jerseys
michael kors canada
tiffany and co
steelers jerseys
louis vuitton outlet
clarks outlet
red bottom shoes
20174.29chenjinyan

happy 123 mengatakan...

louboutin shoes uk
chrome hearts
atlanta falcons jersey
adidas nmd
yeezys
air jordan
hermes belt
harden shoes
basketball shoes
tory burch outlet

alice asd mengatakan...

polo ralph lauren
converse all-stars
armani jeans
rolex replica
polo ralph lauren
ugg outlet
coach factory outlet
cheap ray ban sunglasses
air jordan shoes
michael kors outlet

 
 
 

Eine Sprache ist Eine Libensform

Tulisan merupakan lambang bahasa. Bahasa mengungkapan fikiran kita. Tulisan kita dapat mencerminkan apa yang ada dalam fikiran kita. Bahkan hidup kita! Banyak tulisan yang mengilhami penemuan-penemuan besar dunia, namun tidak sedikit ide-ide cemerlang kita tidak punya arti apa-apa. Seringkali, hanya karena orang lain tidak mengerti apa yang kita ungkapkan. Itulah maknanya bahasa dan arti penting sebuah tulisan.

Temukan Saya

Selamat Datang. Ini adalah ruang publik, untuk sekedar berbagi pengetahuan dan pengalaman. Bersama saya Cokroaminoto, untuk berdiskusi masalah Perencanaan Kesehatan untuk membangun kinerja staff, atau bagaimana Menulis Proposal dan Laporan Penelitian untuk kertas kerja (working-paper), Karya Tulis Ilmiah (KTI), Skripsi, Thesis atau sejenisnya atau tertarik untuk melihat dari dekat keragaman budaya Nusantara. Atau membaca biografi saya, koleksi file atau download materi kuliah saya.

Di wordpress.com atau blogetery.com, anda dapat menemukan juga blog saya, tulisan isteri dan anak saya. Terima kasih.

Buku Tamu