Pengikut

Selamat Datang di Web Log "Menulis Proposal Penelitian" Untuk bergabung dan memperoleh up-date posting silakan klik Join This site. Jika ada posting yang berguna, silakan copy dengan menyebutkan sumber. Jika ada pertanyaan, silakan isikan komentar pada kolom dibawah posting. Terimakasih

Tugas3-Metode Pengumpulan data penelitian kualitatif

Sabtu, Maret 07, 2015

Beberapa metode penting dalam pengumpulan data penelitian kualitatif, yaitu: wawancara mendalam (in-depth interview), observasi berpartisipasi, studi dokumen (document review) dan diskusi kelompok terarah (focused group discussion). Beberapa metode pengumpulan data yang lain adalah: brain-storming, dan snow-balling.

Tugas
Cobalah anda berkelompok  untuk membuat artikel  tentang apa dan bagaimana metode-metode itu diterapkan dalam penelitian kualitatif?  Masing-masing dari kelompok untuk membahas salah satu metode di atas. Tuliskan dalam comment di bawah posting ini. Jangan lupa tuliskan nama  anggota kelompoknya.

Best regards,

23 comments:

Anonim mengatakan...

Kelompoki 3
Nama :
1. Rizal Khomsiadi
2. Rizka Tri Y
3. Riski Indriyani I
4. Taufik Nurohman
5. Su'banurohim
6. Suprasetyo
7. Suji Ariyanti
8. Suryanto
9. Sahrul Sarifudin
10. Rizki Pawitrasari
11. Sri Wahyuningsih
12. Eko
Prodi : S1 Keperawatan (B)

Focus Group Discussion (Diskusi Kelompok Terarah)

Diskusi Kelompok Terarah atau Focus Group Discussion merupakan suatu proses pengumpulan informasi mengenai suatu masalah tertentu yang sangat spesifik (Irwanto, 2007). Henning dan Columbia (1990) menjelaskan bahwa diskusi kelompok terarah adalah wawancara dari sekelompok kecil orang yang dipimpin seorang narasumber atau moderator yang mendorong peserta untuk berbicara terbuka dan spontan tentang hal yang dianggap penting dan berkaitan dengan topik saat itu. Menurut Andi Prastowo (2008) Diskusi Kelompok Terarah merupakan suatu bentuk penelitian kualitatif dimana sekelompok orang dimintai pendapatnya mengenai suatu produk, konsep, layanan, ide, iklan, kemasan / situasi kondisi tertentu.
Tujuan dari Diskusi Kelompok Terarah itu sendiri adalah untuk memperoleh masukan atau informasi mengenai permasalahan yang bersifat lokal dan spesifik. Penyelesaian masalah ini ditentukan oleh pihak lain setelah informasi berhasil dikumpulkan dan dianalisis.

Karakteristik Diskusi Kelompok Terarah adalah (1) Jumlah peserta Diskusi terbatas, dengan tujuan agar setiap peserta mendapat kesempatan untuk berbicara, mengemukakan pendapat dan terlibat aktif dalam diskusi, (2) Peserta diskusi berasal dari satu populasi sasaran yang sama atau kelompok homogen, dengan ciri-ciri yang sama, ditentukan dari tujuan penelitian.
Menurut Andi Prastowo (2008), prinsip yang harus dipegang teguh dalam Diskusi Kelompok Terarah adalah:
1. FGD adalah Kelompok Diskusi, bukan wawancara atau obrolan. Ciri khas metode riset FGD yang tidak dimiliki oleh metode penelitian kualitatif lain (baik wawancara mendalam maupun observasi) adalah adanya interaksi.
2. FGD adalah Group, bukan individu. Sehingga, agar dinamika kelompok berjalan lancar, setiap anggota kelompok terlibat secara aktif.
3. FGD adalah diskusi terfokus, bukan diskusi bebas. Tidak hanya terfokus pada Interaksi dan Dinamika Kelompok, namun pula terfokus pada Tujuan Diskusi.
Ada beberapa alasan mengapa Diskusi Kelompok Terarah dipilih adalah:
• Adanya keyakinan bahwa masalah yang diteliti tidak dapat dipahami dengan metode survei atau wawancara.
• Untuk memperoleh data kualitatif yang bermutu dalam waktu yang relatif singkat.
• Sebagai metode yang dirasa cocok bagi permasalahan yang bersifat sangat lokal dan sepesifik oleh karena itu FGD yang melibatkan masayarakat setempat dipandang sebgai pendekatan yang paling serasi.
• Untuk menumbuhkan peranan memilih dari masyarakat yang diteliti, sehingga pada peniliti memberikan rekomendasi, dengan mudah masyarakat mau menerima rekomendasi tersebut.

Syarat agar Diskusi Kelompok Terarah dapat berjalan lancar adalah: Setiap Diskusi Kelompok Terarah membutuhkan 1 (satu) orang moderator, 1 (satu) pencatat proses, 1 (satu) pengembang peserta dan 1 (satu) atau 2 (dua) orang logistik dan blocker (Irwanto, 1998).

Kegagalan sebuah Diskusi kelompok Terarah antara lain karena :
1. Karakter Konsumen / Peserta. Para peserta merupakan peserta pasif, pengguna produk yang tidak potensial
2. Dinamika Kelompok. Terdapat peserta yang dominan dan menguasai para peserta lainnya
3. Keterbatasan Waktu. Keinginan untuk segera mendapat hasil temuan dan dengan biaya murah.

Sumber:
Kompasiana.(2014, 24 Februari). Focus Group Discussion (Diskusi Kelompok Terarah). Diperoleh 8 Maret 2015, dari http://edukasi.kompasiana.com/2014/02/24/focus-group-discussion-diskusi-kelompok-terarah-634259.html

isnaeni restiana mengatakan...

Kelompok 1
Nama :
1. Isnaeni R
2. Isnain Eliza S
3. M. Gustaman
4. Marsis Triyono
5. M. Tegar C. J
6. Nur Laeli A.
7. Nur Syaeki P.
8. Nurul Annisa
9. Nurul H.I.
10. Nuzulia Hana F.
PRODI S1 KEPERAWATAN B

Menurut Kelompok kami, Penerapan metode Observasi Partisipan dalam Penelitian Kualitatif Adalah..
Observasi Partisipan
Suatu observasi disebut observasi partisipan jika orang yang rnengadakan observasi (observer) turut ambil bagian dalam perikehidupan observer. Jenis teknik observasi partisipan umumnya digunakan orang untuk penelitian yang bersifat eksploratif. Untuk menyelidiki satuan-satuan sosial yang besar seperti masyarakat suku bangsa karena pengamatan partisipatif memungkinkankan peneliti dapat berkomunikasi secara akrab dan leluasa dengan observer, sehingga memungkinkan untuk bertanya secara lebih rinci dan detail terhadap hal-hal yang akan diteliti.
Beberapa persoalan pokok yang perlu mendapat perhatian yang cukup dan seorang participant observer adalah sebagai berikut:
a. Metode Observasi
Persoalan tentang metode observasi sama sekali tidak dapat dilepaskan dari scope dan tujuan penelitian yang hendak diselenggarakan. Observer perlu memusatkan perhatiannya pada apa yang sudah diterangkan dalam pedoman observasi (observation guide) dan tidak terlalu insidental dalam observasi-observasinya.
b. Waktu dan Bentuk Pencatatan
Masalah kapan dan bagaimana mengadakan pencatatan adalah masalah yang penting dalam observasi partisipan. Sudah dapat dipastikan bahwa pencatatan dengan segera terhadap kejadian-kejadian dalam situasi interaksi merupakan hal yang terbaik. Pencatatan on the spot akan mencegah pemalsuan ingatan karena terbatasnya ingatan.
Jika pencatatan on the spot tidak dapat dilakukan, sedangkan kelangsungan situasi cukup lama, maka perlu dijalankan pencatatan dengan kata-kata kunci. Akan tetapi pencatatan semacam ini pun harus dilakukan dengan cara-cara yang tidak menarik perhatian dan tidak menimbulkan kecurigaan. Pencatatan dapat dilakukan, misalnya pada kertas-kertas kecil atau pada kertas apa pun yang kelihatannya tidak berarti.
d. Intensi dan Ekstensi Partisipasi
Seacara garis besar, partisipasi tidaklah sama untuk semua penelitian dengan observasi partisipan ini. Peneliti dapat mengambil partisipasi hanya pada beberapa kegiatan sosial (partial participation), dan dapat juga pada semua kegiatan(full particiration). Dan, dalam tiap kegiatan itu penyelidik dapat turut serta sedalam-dalamnya (intensive participation) atau secara minimal (surface participation). Hal ini tergantung kepada situasi.
Dalam observasi partisipan, observer berperan ganda yaitu sebagai pengamat sekaligus menjadi bagian dan yang diamati. Sedangkan dalam observasi nonpartisipan, observer hanya memerankan diri sebagai pengamat. Perhatian peneliti terfokus pada bagaimana mengamati, merekam, memotret, mempelajari, dan mencatat tingkah laku atau fenomena yang diteliti. Observasi nonpartisipan dapat bersifat tertutup, dalam arti tidak diketahui oleh subjek yang diteliti, ataupun terbuka yakni diketahui oleb subjek yang diteliti.

Sumber:
Rahayu, Iin Tri, S.Psi dan Ardani, Tristiadi Ardi, S.Psi, M.Si. 2004. Observasi dan Wawancara. Malang: Bayumedia.

Anonim mengatakan...

kelompok 5
1. Taufik Fajar S
2. Teguh Tendy
3. Thathit Hari S
4. Tiara Handayani
5. Tri Marliana
6. Tri Utami A
7. Warih Puryanti
8. Wiji Mulyani
9. Windarti
10. Wisnu Nugroho
11. Yeni Indri Astuti
12. Yudha Rahmawan
S1 KEPERAWATAN B

penerapan metode snow bolling pada penelitian kualitatif.
snow bolling merupakan salah satu metode dalam pengambilan sampel dari suatu populasi. dimana snow bolling ini adalah termasuk dalam teknik nonprobability sampling (sampel dengan probabilitas yang tidak sama) untuk metode pengambilan sampel seperti ini khususdigunakan untuk data-data yang bersifat komunitas dari subjektif responden/sampel atau dengan kata lain objek sampel yang kita inginkan sangat langka dan bersifat mengelompok pada suatu himpunan. dengan kata lain snow bolling sampling metode pengambilan sampel dengan secara berantai(multi lavel).
kelebihan metode snow bolling
1. biaya relatif murah
2. mudah digunakan
3. sederhana
4. waktu yang efisien
4. hanya membutuhkan sedikit rencana dan sedikit tenaga kerja.
kekurangan metode snow bolling
1. keterwakilan sampel tidak terjamin karena peneliti tidak mengetahui distribusi sampel yang akan dipilih.
2. subjek awal cenderung untuk mencalonkan orang-orang yang mereka kenal baik. karena itu, sangat mungkin bahwa subjek terdiri ari sifat dan karakteristik yang sama, dengan demikian memungkinkan bahwa sampel yang peneliti akan dapatkan hanya subkelompok kecil dari seluruh populasi.
cara pengambilan: pengambilan sampel untuk populasi seperti contoh diatas dapat dilakukan dengan cara mencari contoh sampel dari populasi yang kita inginkan, kemudian dari sampel yang didapatkan dimintai partisipasinya untuk memilih komunitasnya sebagai sampel. seterusnya sehingga jumlah sampel yang kita inginkan terpenuhi.

ndaru, dian.kentangtahu.blogspot.com/2012/06/snowball-sampling.diakses tanggal 12 maret 2015 pukul 10:54

Punti Bela Antika mengatakan...

Kelompok 2B
PRODI S1 KEPERAWATAN
1. Muslihin
2. Nia Roselaeni
3. Novi Anaswati
4. Nur Falasifah
5. Nur Hasanah
6. Oka Dwi Tanto R
7. Puji Astuti
8. Punti Bela Antika
9. Ratih Meila Sari
10. Riska Qistiana
11. Rini Ristianingsih

Pembahasan Mengenai Studi Dokumen Dalam Penelitian Kualitatif
a. Pengertian
Guba dan Lincoln (dalam Moleong, 2007;216-217) menjelaskan istilah dokumen yang dibedakan dengan record. Definisi dari record adalah setiap pernyataan tertulis yang disusun oleh seseorang / lembaga untuk keperluan pengujian suatu peristiwa atau menyajikan akunting. Sedang dokumen adalah setiap bahan tertulis ataupun film, lain dari record, yang tidak dipersiapkan karena adanya permintaan seorang penyidik. Sedangkan menurut Robert C. Bogdan seperti yang dikutip Sugiyono (2005; 82) dokumen merupakan catatan peristiwa yang telah berlalu, bisa berbentuk tulisan, gambar, karya-karya monumental dari seseorang.
Metode dokument merupakan salah satu jenis metode yang sering digunakan dalam metodologi penelitian sosial yang berkaitan dengan teknik pengumpulan datanya. Terutama sekali metode ini banyak digunakan dalam lingkup kajian sejarah. Namun sekarang ini studi dokumen banyak digunakan oleh lapangan ilmu sosial lainnya dalam metodologi penelitiannya, karena sebagian besar fakta dan data sosial banyak tersimpan dalam bahan-bahan yang berbentuk dokumenter. Oleh karenanya ilmu-ilmu sosial saat ini serius menjadikan studi dokumen dalam teknik pengumpulan datanya.

b. Penggunaan Studi Dokumen dalam Penelitian Kualitatif
Ada beberapa keuntungan dari penggunaan studi dokumen dalam penelitian kualitatif, seperti yang dikemukakan Nasution (2003; 85);
1. Bahan dokumenter itu telah ada, telah tersedia, dan siap pakai.
2. Penggunaan bahan ini tidak meminta biaya, hanya memerlukan waktu untuk mempelajarinya.
3. Banyak yang dapat ditimba pengetahuan dari bahan itu bila dianalisis dengan cermat, yang berguna bagi penelitian yang dijalankan.
4. Dapat memberikan latar belakang yang lebih luas mengenai pokok penelitian.
5. Dapat dijadikan bahan triangulasi untuk mengecek kesesuaian data.
6. Merupakan bahan utama dalam penelitian historis.

Dokumen sebagai sumber data banyak dimanfaatkan oleh para peneliti, terutama untuk untuk menguji, menafsirkan dan bahkan untuk meramalkan. Lebih lanjut Moleong (2007; 217) memberikan lasan-alasan kenapa studi dokumen berguna bagi penelitian kualitatif, diantaranya;
1. Karena merupakan sumber yang stabil, kaya dan mendorong.
2. Berguna sebagai bukti (evident) untuk suatu pengujian.
3. Berguna dan sesuai karena sifatnya yang alamiah, sesuai dengan konteks, lahir, dan berada dalam konteks.
4. Relatif murah dan tidak sukar ditemukan, hanya membutuhkan waktu.
5. Hasil pengkajian isi akan membuka kesempatan untuk lebih memperluas tubuh pengetahuan terhadap sesuatu yang diselidiki.
Sumber :
Moleong, Lexy J. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Anonim mengatakan...

KELOMPOK 5
Nama :
1. Desty Kusumastuti
2. Desi syarifatul A.
3. Dewangga aditama s.
4. Didit trianto
5. Dimas setijanah
6. Erick dicki p.
7. Eny astuti N.
8. Fandi firmansyah
9. Farid miftahudin
10. Fellayati
11. Hervano deva A.
Prodi S1 Keperawatan A
Bagaimana metode wawancara mendalam diterapkan dalam penelitian
kualitatif ?
Wawancara adalah cara utama yang dipergunakan seseorang untuk tujuan suatu tugas tertentu, mencoba mendapatkan keterangan atau pendirian secara lisan dari seseorang responden atau informan (orang yang ditanya keterangan atau pendiriannya), dengan bercakap-cakap berhadapan muka dengan orang itu (Black & Champion, 1976; Koentjoroningrat, 1986).
Wawancara secara garis besar dibedakan menjadi dua bagian, yaitu wawancara testruktur dan wawancara tak terstruktur (Black & Champion, 1976). Pada wawancara yang tak terstruktur terdapat wawancara yang disebut sebagai wawancara mendalam. Wawancara mendalam adalah wawancara yang berusaha menggali sedalam-dalamnya dan mendapat pengertian yang seluas-luasnya dari jawaban yang diberikan oleh responden (Moser & Kalton, 1979).
Metode wawancara merupakan salah satu metode pengumpulan data yang umum digunakan untuk mendapatkan data berupa keterangan lisan dari suatu narasumber atau responden tertentu. Data yang dihasilkan dari wawancara dapat dikategorikan sebagai sumber primer karena didapatkan langsung dari sumber pertama. Proses wawancara dilakukan dengan mengajukan pertanyaan kepada narasumber atau responden tertentu. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh pewawancara tersebut biasanya telah terstruktur secara sistematis agar didapatkan hasil wawancara yang lebih spesifik dan terperinci. Walaupun adakalanya wawancara berlangsung tidak terstruktur atau terbuka sehingga menjadi sebuah diskusi yang lebih bebas. Dalam kasus ini tujuan pewawancara mungkin berkisar pada sekedar memfasilitasi narasumber atau responden untuk berbicara (Blaxter et.al,2006: 258-259). Teknik ini biasanya melekat erat dengan penelitian kualitatif. Wawancara mendalam (in–depth interview) adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan responden atau orang yang diwawancarai, dengan atau tanpa menggunakan pedoman (guide) wawancara di mana pewawancara dan informan terlibat dalam kehidupan sosial yang relatif lama. Keunggulannya ialah memungkinkan peneliti mendapatkan jumlah data yang banyak, sebaliknya kelemahan ialah karena wawancara melibatkan aspek emosi, maka kerjasama yang baik antara pewawancara dan yang diwawancari sangat diperlukan.

Anonim mengatakan...

KELOMPOK 3A/6
Nama Anggota :
1. Bagas Sunu
2. Bagus Arif Fianto
3. Bahirotul Ulum
4. Bangkit Faiq S
5. Budi Prayugo
6. Heti Purnamasari
7. Ida Damayanti
8. Ika Fitriana
9. Indra Riawan
10. Irman Sazali
Diskusi Kelompok Terarah
1. Definisi Diskusi Kelompok Terarah
Menurut Krueger (1988) kelompok terarah adalah suatu tipe kelompok tertentu dalam arti tujuan, besarnya, komposisinya, dan prosedurnya. Tujuan kelompok ini adalah untuk mengumpulkan tentang pendapat suatu kelompok mengenai suatu hal. Dalam bidang pemasaran tentu yang akan dikumpulkan adalah pendapat konsumen tentang suatu produk.
Menurut Steward dan Shamdasani (1990) kelebihan kelompok terarah meiliputi beberapa butir di bawah ini.
1) Kelompok terarah memberikan data yang berasal dari sekelompok orang dengan lebih cepat dan lebih murah dibandingkan dengan wawancara individual satu per satu. Kelompok ini juga dapat dikumpulkan relatif lebih mudah dan cepat dibandingkan survei yang sistematis dan besar.
2) Dalam kelompok terarah peneliti dan responden dapat berinteraksi secara langsung. Ini memberikan kesempatan untuk menanyai kembali, memperoleh kejelasan, dan tindak lanjut pertanyaan terdahulu dibandingkan dengan metode kuesioner.
3) Kelompok juga memberi kesempatan peneliti untuk mengamati komunikasi nonverbal seperti ekspresi wajah, postur, gestur, maupun nada suara responden dalam menyampaikan pendapatnya. Komunikasi nonverbal ini penting karena itu memberikan informasi yang banyak tentang keadaan psikologis responden. Sering terjadi kesenjangan antara apa yang dikatakan dengan apa yang diungkapkannya secara nonverbal. Kepekaan ini penting bagi peneliti dalam kelompok terarah

2. Gambaran Umum Metode DKT
DKT adalah suatu metode kualitatif untuk mengumpulkan pendapat sekelompok orang yang mempunyai ciri-ciri sama. Jumlah peserta diskusi biasanya 6 sampai 12 orang. Mereka diminta, untuk mendiskusikan suatu topik dengan bantuan pemandu. Metode ini sangat tepat digunakan untuk mengungkapkan sikap, keyakinan, maupun motivasi dalam perilakunya terhadap suatu topik atau isyu yang sedang didiskusikan. Dengan kata lain metode ini dapat digunakan untuk menerangkan "bagaimana" dan "mengapa" perilaku tadi muncul terutama dalam topik atau isyu yang sedang didiskusikan.
Ciri-ciri yang sama pada peserta dapat meliputi umur (semua peserta dewasa, remaja, atau lanjut usia), jenis kelamin (pria saja atau wanita saja), status sosial-ekonomi (golongan bawah, menengah atau atas). Peserta dapat pula berciri suatu peran misalnya petugas Puskesmas, kader sehat, pasien yang berasal dari masyarakat dengan situasi geografis yang sama.
DKT dilakukan dalam suasana santai supaya peserta merasa nyaman, sehingga mereka mau mengungkapkan pendapatnya apa adanya tanpa takut memperoleh tekanan tertentu. Dengan pemandu yang terampil suasana ini akan terciptakan dengan cepat. Untuk itu pemandu perlu dilatih supaya terampil dalam memandu diskusi. Pemandu biasanya mempunyai pedoman dalam melaksanakan DKT. Pedoman biasanya dibuat sebelum diskusi dilakukan. Diskusi dapat dilakukan dengan kelompok lain yang berciri sama untuk memperoleh gambaran yang tepat dan ajeg. Tiap pertemuan biasanya berlangsung antara 60 sampai 90 menit.


Chasanah Setyorini mengatakan...

KELOMPOK 4
CHANIFUDIN YUSUF
CHASANAH SETYORINI
DARMIYATI
DAVID TEGUH N.
DEDY HARTANTO
DINI PARWITI
DYAH NURFITIANI
EFI NURYANTI
EKA YULIATUN
ELITE YANUAR P.
S1 KEPERAWATAN 3A

Pengumpulan data dengan cara wawancara

Tehnik wawancara yang digunakan dalam penelitian kualitatif adalah wawancara mendalam. Wawancara mendalam (in–depth interview) adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan informan atau orang yang diwawancarai, dengan atau tanpa menggunakan pedoman (guide) wawancara, di mana pewawancara dan informan terlibat dalam kehidupan sosial yang relatif lama.
Beberapa tips saat melakukan wawancara adalah mulai dengan pertanyaan yang mudah, mulai dengan informasi fakta, hindari pertanyaan multiple, jangan menanyakan pertanyaan pribadi sebelum building raport, ulang kembali jawaban untuk klarifikasi, berikan kesan positif, dan kontrol emosi negatif.
Selanjutnya wawancara dapat dilakukan secara terstruktur dan tidak terstruktut, dan dapat dilakukan dengan tatap muka (face to face) maupun menggunakan telepon (Sugiyono, 2006; 138-140).
1. Wawancara Terstruktur
Pada wawancara ini digunakan sebagai teknik pengumpulan data, bila peneliti atau pengumpul data telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh. Dalam prakteknya selain membawa instrument sebagai pedoman wawancara, maka pengumpul data juga dapat menggunakan alat bantu seperti tape recorder, gambar, brosur dan amterial lain yang dapat membantu dalam wawancara.

2. Wawancara tidak Terstruktur
Wawancara tidak terstruktur maksudnya adalah wawancara yang bebas di mana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya. Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan
Menurut Miles dan Huberman (1984) ada beberapa tahapan yang harus diperhatikan dalam melakukan wawancara, yaitu:
a) The setting, peneliti perlu mengetahui kondisi lapangan penelitian yang sebenarnya untuk membantu dalam merencanakan pengambilan data. Hal-hal yang perlu diketahui untuk menunjang pelaksanaan pengambilan data meliputi tempat pengambilan data, waktu dan lamanya wawancara, serta biaya yang dibutuhkan.
b) The actors, mendapatkan data tentang karakteristik calon partisipan. Di dalamnya termasuk situasi yang lebih disukai partisipan, kalimat pembuka, pembicaraan pendahuluan dan sikap peneliti dalam melakukan pendekatan.
c) The events, menyusun protokol wawancara.
Setidaknya, terdapat dua jenis wawancara, yakni: 1). wawancara mendalam (in-depth interview), di mana peneliti menggali informasi secara mendalam dengan cara terlibat langsung dengan kehidupan informan dan bertanya jawab secara bebas tanpa pedoman pertanyaan yang disiapkan sebelumnya sehingga suasananya hidup, dan dilakukan berkali-kali. 2). wawancara terarah (guided interview) di mana peneliti menanyakan kepada informan hal-hal yang telah disiapkan sebelumnya. Berbeda dengan wawancara mendalam, wawancara terarah memiliki kelemahan, yakni suasana tidak hidup, karena peneliti terikat dengan pertanyaan yang telah disiapkan sebelumnya. Sering terjadi pewawancara atau peneliti lebih memperhatikan daftar pertanyaan yang diajukan daripada bertatap muka dengan informan, sehingga suasana terasa kaku.
Sumber :
https://rachmatul4212.wordpress.com/2013/01/28/teknik-pengumpulan-data-dalam-penelitian-kuantitatif-dan-kualitatif/ Diakses pada tanggal 12 Maret 2015 pukul 15:52
https://fitwiethayalisyi.wordpress.com/teknologi-pendidikan/penelitian-kualitatif-metode-pengumpulan-data/ Diakses pada tanggal 12 Maret 2015 pukul 15:52

Chasanah Setyorini mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Anonim mengatakan...

KELOMPOK 1/A
Nama Anggota :
1. Ade Puspitasari
2. Aditya Dwi Priasojo
3. Aditya Tri Ribowo
4. Aditya Yusuf Prakoso
5. Ahmad Baequni Hadi
6. Asfi Honi Ashar
7. Asih Maryani
8. Asih Tria Rahmawati
9. Aswin Rizal Muhandani
10. Avin Rizky Firmana
PRODI : S1 Keperawatan 3/A
Bagaimana metode observasi berpartisipasi dalam penelitian kualitatif ?
Beberapa informasi yang diperoleh dari hasil observasi adalah ruang (tempat), pelaku, kegiatan, objek, perbuatan, kejadian atau peristiwa, waktu, dan perasaan. Alasan peneliti melakukan observasi adalah untuk menyajikan gambaran realistik perilaku atau kejadian, untuk menjawab pertanyaan, untuk membantu mengerti perilaku manusia, dan untuk evaluasi yaitu melakukan pengukuran terhadap aspek tertentu melakukan umpan balik terhadap pengukuran tersebut. Beberapa bentuk observasi yang digunakan dalam penelitian kualitatif yaitu observasi partisipasi, observasi tidak terstruktur, dan observasi kelompok tidak terstruktur. Observasi partisipasi (participant observation) adalah metode pengumpulan data yang digunakan untuk menghimpun data penelitian melalui pengamatan dan pengindraan dimana observer atau peneliti benar-benar terlibat dalam keseharian responden. Melalui observasi partisipatif, data yang diperoleh akan lebih lengkap, tajam, dan sampai mengetahui pada tingkat makna dari setiap perilaku atau gejala yang muncul.
Menurut (Stainback) Observasi partisipatif dapat digolongkan menjadi empat yaitu: partispasi pasif, partisipasi moderat, observasi yang terus terang dan tersamar, dan observasi yang lengkap.Teknik pengumpulan data dangan cara observasi bermanfaat untuk mengurangi jumlah pertanyaan, misalnya untuk melihat kebersihan rumah tangga tidak perlu dipertanyakan tetapi cukup dilakukan observasi. Mengukur kebenaran jawaban responden pada wawancara dilakukan dengan observasi untuk memperoleh data yang tidak dapat dilakukan dengan cara wawancara atau angket. Kelemahan pengumpulan data dengan teknik observasi adalah keterbatasan indera mata, konsentrasi kepada hal-hal yang sering dilihat, kelainan kecil tidak terdeteksi. Cara mengatasi kelemahan ini yaitu melakukan pengamatan berulang-ulang dan pengamatan dilakukan oleh beberapa orang.

Sumber :
Bungin, B. 2007. Penelitian Kualitatif. Prenada Media Group: Jakarta.
Kusumah Wijaya dan Dwitagama Dedi. 2011. Mengenal Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT Indeks | Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.

Anonim mengatakan...

KELOMPOK 2 S1 KEPERAWATAN KELAS 3A
NAMA:
1. AL-ALFI CAHYANI
2. AMRI WIJI ASTUTI
3. ANGGUN SETIOWATI
4. ANIDA HASNA LATIFAH
5. ANSORIL ZIHAD
6. APRILIA BINA PURWANTI
7. ARDI NUR FAIZAL
8. ARIEF SATRIA PRADANA
9. ARIF NYATMOKO
10. ARIF RUGIANTO
11. ARUM KUSUMA WARDANI

Metode Wawancara Mendalam (In-Depth Interview)

Wawancara-Mendalam (In-depth Interview) adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan responden atau orang yang diwawncarai, dengan atau tanpa menggunakan pedoman (guide) wawancara dimana pewawancara dan informan terlibat dalam kehidupan sosial yang relatif lama (Sutopo 2006: 72)
Wawancara adalah merupakan pertemuan antara dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu (Esterberg, 2002). Wawancara juga merupakan alat mengecek ulang atau pembuktian terhadap informasi atau keterangan yang diperoleh sebelumnya dan juga merupakan teknik komunikasi langsung antara peneliti dan responden.
Menurut (Moleong, 2005 : 186) wawancara mendalam merupakan proses menggali informasi secara mendalam, terbuka, dan bebas dengan masalah dan fokus penelitian dan diarahkan pada pusat penelitian. Dalam hal ini metode wawancara mendalam yang dilakukan dengan adanya daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan sebelumnya.
Wawancara merupakan bagian dari metode kualitatif. Dalam metode kualitatif ini ada dikenal dengan teknik wawancara-mendalam (In-depth Interview). Pengertian wawancara-mendalam (In-depth Interview) adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan responden atau orang yang diwawncarai, dengan atau tanpa menggunakan pedoman (guide) wawancara dimana pewawancara dan informan terlibat dalam kehidupan sosial yang relatif lama (Sutopo 2006: 72). Ciri khusus/Kekhasan dari wawancara-mendalam ini adalah keterlibatannya dalam kehidupan responden/informan.
Dalam wawancara-mendalam melakukan penggalian secara mendalam terhadap satu topik yang telah ditentukan (berdasarkan tujuan dan maksud diadakan wawancara tersebut) dengan menggunakan pertanyaan terbuka. Penggalian yang dilakukan untuk mengetahui pendapat mereka berdasarkan perspective responden dalam memandang sebuah permasalahan. Teknik wawancara ini dilakukan oleh seorang pewawancara dengan mewawancarai satu orang secara tatap muka (face to face).
Kegunaan atau manfaat dilakukannya wawancara-mendalam adalah :
-Topik/pembahasan masalah yang ditanyakan bisa bersifat kompleks atau sangat sensitif
-Dapat menggali informasi yang lengkap dan mendalam mengenai sikap, pengetahuan, pandangan responden mengenai masalah
-Responden tersebar à maksudnya bahwa siapa saja bisa mendapatkan kesempatan untuk diwawancarai namun berdasarkan tujuan dan maksud diadakan penelitian tersebut
-Responden dengan leluasa dapat menjawab pertanyaan yang diajukan tanpa adanya tekanan dari orang lain atau rasa malu dalam mengeluarkan pendapatnya
-Alur pertanyaan dalam wawancara dapat menggunakan pedoman (guide) atau tanpa menggunakan pedoman. Jika menggunakan pedoman (guide), alur pertanyaan yang telah dibuat tidak bersifat baku tergantung kebutuhan dilapangan
Sedangkan kelemahan dari wawancara-mendalam ini adalah adanya keterikatan emosi antara ke duanya (pewawancara dan orang yang diwawancarai), untuk itu diperlukan kerjasam yang baik antara pewawancara dan yang diwawancarainya.

Anonim mengatakan...

KELOMPOK 4 S1 KEPERAWATAN KELAS 3B
Nama:
1. Septiana
2. Slamet Andrianto
3. Said Febrianto
4. Sri Handayani
5. Siwi Raharjati
6. Sita Meifita C.K
7. Triyatno
8. Uji Triyadi
9. Utami Agus N
10. Umi Latifah
11. Veber Ali Sabana

Metode Brain Storming

Brain Storming adalah sebuah alat bantu yang digunakan untuk mengeluarkan ide dari setiap anggota tim yang di lakukan secara terstruktur dan sistematis. Kesuksesan Brain Storming dapat dilihat dari suasana bebas tanpa kritik untuk menggali ide kreatif atau solusi alternatif tanpa batas.
Brain Storming mulai di kenalkan pada tahun1950-an dan menjadi tidak dipisahkan dari TQM (Total Quality Management, namun tak hanya disitu penerapanya. Brain Storming dapat digunakan disegala bidang.
Brain Storming dapat memberi inspirasi, memperluas wawasan, merupakan pembelajaran dalam mengambil keputusan, selain itu menciptakan kesetaraan dan melibatkan seluruh anggota tim, namun saat ini Brain Storming juga dapat dilakukan tanpa harus berkumpul dalam satu ruangan, namun juga dapat dilakukan didunia maya atau telekomferensi dengan jarak ribuan meter.

peraturan dasar artikel yang kita baca, Brain Storming mempunyai peraturan dasar dalam pelaksanaanya, yaitu:
1. Suspent Judgment, semua anggota tim harus menahan diri, tidak menghakimi ide, pendapat dan gagasan yang diajukan oleh anggota lain.
2. Record all ideas, ada sesorang yang dapat menjadi Notulen,mencatat semua ide atupun gagasan yang dilakukan, walaupun ide tersebut terdengar aneh.
3. Encaurage "Piggy backing" ideas, koordinator atau fasilitator mendorong untuk memberikan ide, pendapat atau gagasan baru.
4. Think out of the box, yakni mendorong untuk mengeluarkanpemikiran yang baru, pengulangan dari ide atau pendapat yang sudah ada.

Tekhnik dan tahapan Brain Storming:
1. Pastikan semua anggota yang ikut Brain Storming diberi tau terlebih dahulu tujuan dari brain Storming tersebut, sehingga semua orang yang hadir bisa mempersiapkan.
2. Pastikan bahwa anggota yang ikut Brain Storming mengerti ruang lingkup permasalahanya
3. Suasana harus santai dan nyaman, agar semua orang dapat mengungkapakan ide atau gagasan mereka dengan lebih terbuka.
4. Setiap orang yang ikut harus berpikiran positif.
5. Setip orang harus tau peraturan dasar dari Brain Storming.
6. Setiap ide atau gagasan yang diajukan harus cukup jelas latar belakangnya.
7. Mencatat semua ide.
8. Setelah selesai semua anggota tim mengeluarkan ide, gagasan dan pendapat seluruh tim melalui review semua ide dan memastikan semua peserat memahami apa yangdimaksud dari mengevaluasi seluruh daftar menghilangkan duplikasi dan mengkombinasikan yang sejenis.

Brain Storming akan berhasil apabila semua orang dapat menggali ide kreatif dalam suasana bebas tanpa kritik dan mau mendengarkan pendapat yang berbeda dari deskriptif kita.

Sumber:
Artikel dari seputar Indonesia. Brain Storming oleh Dr.Eliezer H. Hardjo. PH.D. Cm tertanggal 30 desember 2011, dengan menambahkan dari berbagai sumber

Qing Cai mengatakan...

nike foamposite, http://www.foampositeshoe.net/
swarovski crystal, http://www.swarovski.in.net/
mont blanc pens, http://www.montblancpensoutlets.com/
hermes outlet, http://www.hermesbags.co.uk/
the north face jackets, http://www.thenorthfacejacket.us.com/
swarovski outlet, http://www.swarovskioutlet.org.uk/
ray ban sunglasses, http://www.raybansunglassesonline.in.net/
cheap jordans, http://www.cheapjordans.us.org/
juicy couture outlet, http://www.juicycoutureoutlet.net/
ugg boots, http://www.uggboot.com.co/
soccer jerseys, http://www.soccerjerseys.us.com/
ravens jerseys, http://www.baltimoreravensjerseys.us/
north face jackets, http://www.thenorthface.me/
true religion canada, http://www.truereligionjeanscanada.com/
wedding dresses, http://www.weddingdressesoutlet.co.uk/
replica watches, http://www.replicawatchesforsale.us.com/
washington redskins jerseys, http://www.washingtonredskinsjersey.com/
louis vuitton handbags outlet, http://www.louisvuittonhandbags.org.uk/
dallas cowboys jersey, http://www.dallascowboysjersey.us/
supra footwear, http://www.suprashoes.us.com/
cai2015914

mmjiaxin mengatakan...

michael kors outlet
minnesota vikings
nike running shoes
the north face outlet
babyliss flat iron
woolrich outlet store
uggs outlet
chanel handbags outlet
adidas wings shoes
nobis jacket
timberland shoes
chanel outlet
michael kors outlet
ray ban,rayban,occhiali ray ban,ray-ban,ray ban occhiali,ray ban sunglasses
canada goose jackets
ugg outlet
calvin klein outlet
snow boots
pandora outlet
christian louboutin outlet
mm1112

huangqing mengatakan...

fitflops sale
reebok outlet store
michael kors outlet
celine outlet
true religion outlet
christian louboutin outlet
ray-ban sunglasses
mulberry handbags
beats headphones
replica watches
cheap oakley sunglasses
toms outlet store
louboutin pas cher
coach outlet online
chrome hearts outlet
jordan pas cher
louis vuitton outlet
coach outlet store
beats headphones
true religion outlet
tiffany and co
cheap nfl jerseys
thomas sabo outlet
toms shoes
herve leger outlet
babyliss pro
true religion jeans
swarovski outlet
toms outlet
cheap nfl jersey
mont blanc pens
cheap oakley sunglasses
cartier outlet
fitflops clearance
polo ralph lauren
16.5.30qqqqqing

Fangyaya mengatakan...

louis vuitton bags
coach outlet store online
louis vuitton outlet
nike roshe run
coach outlet store online
true religion
michael kors outlet
louis vuitton bags
adidas outlet
christian louboutin outlet
longchamp outlet
oakley sunglasses
adidas yeezy
louis vuitton
coach outlet
ralph lauren polo outlet
kobe shoes 11
fitflop sandals
michael kors handbags
tory burch outlet
toms
oakley vault
louis vuitton outlet
ralph lauren uk
kevin durant shoes
nike outlet store
louis vuitton outlet
michael kors outlet
polo ralph lauren
adidas shoes
oakley outlet
michael kors outlet clearance
ray ban sunglasses outlet
michael kors outlet online
ghd hair straighteners
air jordans
louis vuitton outlet stores
true religion jeans
celine outlet
20167.28chenjinyan

Gege Dai mengatakan...

michael kors factory outlet
ugg clearance
ferragamo shoes sale
michael kors outlet online
air max uk
kate spade uk
giuseppe zanotti shoes
pandora jewelry
timberland boots
louis vuitton pas cher
rolex watches
louis vuitton outlet stores
yeezy boost 350
louis vuitton neverfull sale
cheap jordans
nike air max 90
oakley sunglasses
ralph lauren femme
ugg outlet
louis vuitton handbags outlet
true religion outlet
michael kors outlet
hollister
true religion outlet
ugg outlet
ralph lauren polo
ugg outlet
cheap ugg boots
nike air huarache
cheap ray ban sunglasses
oakley sunglasses uk
fitflop clearance
herve leger outlet
ugg boots
michael kors outlet online
0730jianxiang

Gege Dai mengatakan...

jianbin0802
versace sunglasses on sale
ferragamo shoes
ugg outlet
michael kors uk
nfl jerseys wholesale
oakley sunglasses
ugg boots
christian louboutin outlet
christian louboutin uk
ugg boots
reebok shoes
marc jacobs outlet
adidas nmd runner
polo ralph lauren
michael kors outlet
michael kors outlet clearance
michael kors outlet online
tory burch outlet online
true religion outlet uk
cartier sunglasses
tiffany and co
ray-ban sunglasses
coach outlet
ugg outlet
ray ban sunglasses
ugg uk,ugg outlet,ugg boots outlet
cheap nba jerseys
air max 90
burberry outlet
fitflops sale
michael kors handbags
cheap snapbacks
michael kors outlet online
michael kors outlet clearance

Meiqing Xu mengatakan...

true religion jeans
mcm outlet
cheap jordans
coach outlet online
cheap ray ban sunglasses
cheap ugg boots
cheap nhl jerseys
celine outlet
michael kors outlet clearance
michael kors outlet clearance
ray ban sunglasses
christian louboutin outlet
polo ralph lauren outlet
gucci outlet
coach outlet online
true religion jeans
nike roshe run women
oakley sunglasses
oakley sunglasses
babyliss flat iron
air jordan shoes
true religion jeans
converse shoes
true religion outlet
oakley sunglasses outlet
adidas shoes
chi flat iron
louboutin
michael kors bags
cartier watches
ralph lauren outlet
ed hardy uk
louboutin uk
ralph lauren outlet
uggs on sale
zhuo20160818

chenmeinv0 mengatakan...

adidas ultra boost shoes
beats by dre
nike cortez classic
true religion sale
replica rolex
ray ban wayfarer
toms shoes
michael kors purses
fitflops sale clearance
gucci outlet
hzx20170302

shengda xu mengatakan...

pandora jewelry
nike outlet store online
sac louis vuitton pas cher
discount oakley sunglasses
clarks shoes for women
jordans
coach outlet store online clearance
ray ban sunglasses sale
coach factory outlet
michael kors outlet online
xushengda0531

alice asd mengatakan...

polo ralph lauren
converse all-stars
armani jeans
rolex replica
polo ralph lauren
ugg outlet
coach factory outlet
cheap ray ban sunglasses
air jordan shoes
michael kors outlet

郑佳颖 mengatakan...

adidas yeezy boost
yeezy boost 350 v2
tory burch shoes
chrome hearts outlet
longchamp outlet
irving shoes
links of london
air jordan shoes
longchamp
lacoste outlet

adidas nmd mengatakan...

nba jerseys
ed hardy clothing
nike factory outlet
eagles jerseys
air max 90
ravens jerseys
christian louboutin shoes
oakley sunglasses
michael kors outlet online
ralph lauren outlet

 
 
 

Eine Sprache ist Eine Libensform

Tulisan merupakan lambang bahasa. Bahasa mengungkapan fikiran kita. Tulisan kita dapat mencerminkan apa yang ada dalam fikiran kita. Bahkan hidup kita! Banyak tulisan yang mengilhami penemuan-penemuan besar dunia, namun tidak sedikit ide-ide cemerlang kita tidak punya arti apa-apa. Seringkali, hanya karena orang lain tidak mengerti apa yang kita ungkapkan. Itulah maknanya bahasa dan arti penting sebuah tulisan.

Temukan Saya

Selamat Datang. Ini adalah ruang publik, untuk sekedar berbagi pengetahuan dan pengalaman. Bersama saya Cokroaminoto, untuk berdiskusi masalah Perencanaan Kesehatan untuk membangun kinerja staff, atau bagaimana Menulis Proposal dan Laporan Penelitian untuk kertas kerja (working-paper), Karya Tulis Ilmiah (KTI), Skripsi, Thesis atau sejenisnya atau tertarik untuk melihat dari dekat keragaman budaya Nusantara. Atau membaca biografi saya, koleksi file atau download materi kuliah saya.

Di wordpress.com atau blogetery.com, anda dapat menemukan juga blog saya, tulisan isteri dan anak saya. Terima kasih.

Buku Tamu